Breaking News:

Berita Tabanan

Dinsos dan Dewan Tabanan Panggil Pihak Bank, Cari Solusi Masalah Bansos 300 Penerima

Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan Dinas Sosial Tabanan, Selasa 26 Oktober 2021.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana rapat kerja yang digelar Komisi IV dengan Dinas Sosial Tabanan membahas soal permasalahan bansos PKH dan BPNT yang belum cari di Tabanan, Selasa 26 Oktober 2021 - Dinsos dan Dewan Tabanan Panggil Pihak Bank, Cari Solusi Masalah Bansos 300 Penerima 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan Dinas Sosial Tabanan, Selasa 26 Oktober 2021.

Komisi IV membahas terkait kisruh pencairan bantuan sosial alias bansos yang belum cair.

Bansos yang dimaksud adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Untuk mempercepat proses pencairan, pihak dewan bersurat ke perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Baca juga: Dinsos dan Dewan Panggil Bank Terkait 300 KPM Belum Cair di Tabanan

Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gunawan mengatakan, dalam rapat pembahasan soal bansos lebih menekankan hal teknis.

Ia mengaku sudah mengirim surat ke pihak Himbara dalam hal ini BNI sebagai penyalur dana bansos tersebut.

"Mengenai hal-hal yang bersifat administrasi, seperti KKS (Kartu Keluarga Sosial) terblokir kami sudah sudah sampaikan atau surati pihak BNI selaku Bank Himbara yang ditugaskan melakukan pencairan di Tabanan. Tinggal menunggu respons mereka," kata Gunawan, Selasa 26 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, tugasnya di Dinsos adalah untuk melakukan pendataan para penerima yang kemudian proses pencairan bansos PKH dan BPNT ini langsung dari Bank ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sejauh ini, kata dia, total ada 300 KPM dengan rincian 140 program PKH dan 160 BPNT yang belum bisa melakukan transaksi. Sebagian besar kendala yang ditemukan bersifat administrasi.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan KPM ini belum bisa transaksi. Salah satunya seperti KKS-nya hilang, kartunya yang error, kemudian ada yang meninggal, pindah tempat dan lainnya juga. Kemudian juga ada yang sudah tidak menerima bantuan lagi mengingat kondisi ekonominya sudah membaik (mampu)," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved