Breaking News:

Berita Bangli

Pingit, Kisah Bale Kulkul di Pura Kehen Bangli yang Dibuat Alami Tanpa Tangga

Pura yang telah ada sejak tahun 1126 Icaka atau 1204 Masehi ini, merupakan pura yang disungsung hampir seluruh warga Bangli

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kulkul di Pohon Beringin Pura Kehen 

“Kebetulan sekarang sudah level dua, ada keringanan sedikit. Walaupun demikian tetap menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sebab karya ngusaba tersebut juga penting, sebagai upaya spiritual memohon ke Tuhan agar pandemi segera mereda bahkan kalau bisa berakhir.

Bahkan ditambah beberapa upakara dan bakti, untuk meredam pandemi ini saat ngusaba di Pura Kehen, Bangli.

Pembuatan bebantenan pun diatur di masing-masing banjar, agar tidak terjadi kerumunan di pura.

Salah satu hal unik di Pura Kehen, adalah adanya bale kulkul di atas pohon beringin yang tetap dijaga kesakralannya. Bahkan sengaja tidak dibuatkan tangga, agar tidak sembarang orang bisa menaikinya.

Baca juga: Nimbang Lanlanan, Prosesi Unik yang Dilaksanakan saat Karya Ngusaba di Pura Kehen Bangli

Jadi pemangku yang akan menepak atau memukul kulkul itu, harus menaiki akar pohon beringin.

“Kulkul sudah ada sejak zaman dahulu, dan kulkul yang asli sudah hilang setengah karena terus dipukul  saat karya,” ujarnya.

Untuk itu dibuatkan duplikat dari kulkul ini di belakang kulkul yang asli tersebut.

Saat memulai menyuarakan kulkul tersebut, dimulai dengan nada dong-dong-tut baru disambung dengan suara kulkul duplikatnya.

Suara kulkul pun tidak boleh sembarangan dibunyikan, karena harus dibunyikan dari awal sampai selesai upacara oleh orang yang dipilih bernama Jero Mangku Waringin. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved