Berita Gianyar
Jelang Hari Raya Galungan, Stok Daging Babi di Gianyar Diprediksi Sudah Melebihi Kebutuhan
Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada 10 November mendatang, untuk stok daging Babi di Kabupaten Gianyar dengan stok melimpah
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketersediaan daging babi untuk Hari Raya Galungan, yang jatuh pada 10 November 2021 mendatang dipastikan mencukupi.
Bahkan Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Gianyar, mendata bahwa jumlah daging yang tersedia melebihi kebutuhan.
Namun demikian, daya beli masyarakat belum bisa dipastikan. Bercermin pada Galungan enam bulan lalu, masyarakat lebih banyak beralih ke daging ayam karena persoalan ekonomi imbas pandemi covid-19.
Menjelang Hari Raya Galungan yang jatuh pada 10 November mendatang, untuk stok daging Babi di Kabupaten Gianyar dengan stok melimpah.
Baca juga: Sempat Vakum, Babi Guling Legend Dong Keplus Gianyar Bangkit Lagi, Buka di Malam Hari
Bahkan kelebihan stok ternak Babi potong melebihi 100% dari kebutuhan.
Berdasarkan data yang diterima Tribun Bali, Kamis 28 Oktober 2021, jumlah babi potong di peternak di Kabupaten Gianyar sebanyak 10.907 ekor, dengan total daging babi seberat 654.420 Kilogram.
Sementara estimasi kebutuhan babi sebanyak 5.162 ekor dengan total daging yang dibutuhkan 309.780 Kilogram.
Kabid Peternakan Gianyar, Ngakan Putu Riady membenarkan hal tersebut. Kata dia, saat ini stok sangat aman.
"Stok sangat aman, bahkan melebihi. Dari kondisi tersebut ketersediaan daging babi mencapai 654.420 kilogram, sementara kebutuhan diperkirakan 309.780 Kilogram," ujarnya.
Ngakan Ready menduga kelebihan stok Babi kali ini disebabkan karena beberapa faktor.
Di antaranya, selama pandemi covid 19, banyak warga yang beralih sebagai peternak babi.
Selain itu, peternak juga saat ini sudah terbiasa menerapkan perilaku hidup sehat, karena itu, babi peliharaannya bisa terhindar dari penyakit.
"Peningkatan populasi hampir 10 persen dan saat ini sudah siap potong. Faktor lain yang menyebabkan stok babi relatif banyak adalah daya beli masyarakat menurun," ujarnya.
"Seperti hari raya sebelumnya, stok daging Babi melimpah namun daya beli mengalami penurunan.
Hanya saja, walau daya beli menurun, harga daging babi masih tinggi di pasaran," ujarnya.
Baca juga: Harga Daging Babi di Bali Jelang Galungan Melonjak Tajam, Peternak: Itu Permainan Tengkulak
Adapun harga daging babi saat ini masih berkisar Rp 95 ribu. Padahal harga eceran tertingginya Rp 55 ribu.
"Mungkin harga tersebut ditentukan jagal atau tukang potong, mengingat harga pembelian babi potongnya tinggi di peternak," ujarnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/babi_20160207_123709.jpg)