Berita Badung

Pemkab Badung Klaim Pasar Murah yang Digelar Harganya Lebih Murah 10 Persen dari Pasar Umum

Hanya saja semua itu dari hasil kerja sama instansi terkait dengan Usaha Mikro  Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Badung

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Suasana pasar murah yang dilaksanakan dinas Koperasi dan UMKM Badung di area Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala pada Kamis 28 Oktober 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pasar murah menjelang hari raya Galungan resmi dibuka pemerintah kabupaten Badung di area Gedung Balai Budaya pada Kamis 28 Oktober 2021.

Pasar yang menyediakan bahan pokok itu pun dipastikan lebih murah dari pasar umum.

Dari pantauan di lokasi, beberapa stan dari instansi terkait terlihat menjual barang dagangannya sendiri.

Hanya saja semua itu dari hasil kerja sama instansi terkait dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Badung.

Baca juga: Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Hari Raya Galungan, Pemkab Badung Gelar Pasar Murah

Misalnya telor Ayam, Beras dan yang lainnya dijual pada stan dinas Pertanian dan Pangan, begitu juga makanan seperti sate di jual pada stan dinas perikanan.

Namun UMKM lainnya juga banyak mengikuti pasar murah seperti menjual baju, perlengkapan sarana upacara, termasuk pakaian adat Bali.

Namun untuk kebutuhan pokok seperti Beras, Gula, minyak dan yang lainnya juga disiapkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Badung. Bahkan dipastikan harganya dibawah dari harga pasar yang lainnya.

Kepala Dinas Koprasi dan UMKM Badung Made Widiana mengakui jika pasar murah tersebut  dilaksanakan untuk menekan lonjakan harga menjelang hari raya Galungan yang akan datang.

Bahkan pihaknya juga memastikan harganya jauh lebih murah dari harga pasar.

"Tidak murah sekali, iya ada 10 persen lebih murah dari harga di pasaran. Sehingga UMKM kami juga tidak merugi," katanya.

Pihaknya menjelaskan, pelaksanaan pasar murah memang dilakukan setiap hari-hari tertentu.

Pasalnya jelang hari raya tertentu beberapa komoditi harganya merangkak naik sehingga terus dilakukan pemantauan.

"Kami tidak ingin harga naik. Namun sampai saat ini masih stabil belum ada peningkatan harga," ucapnya.

Dirinya pun berharap dengan dilaksanakan pasar murah, masyarakat bisa langsung mengaksesnya meski berada di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Baca juga: WN Rusia, Tersangka Pemerasan dan Ngaku Interpol Dilimpahkan ke Kejari Badung

Sebelum dilaksanakan pasar murah, pihaknya mengaku sudah mensosialisasikan kepada masyarakat setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved