Breaking News:

Berita Bali

WN Rusia, Tersangka Pemerasan dan Ngaku Interpol Dilimpahkan ke Kejari Badung

Evgenii Bagriantsev telah menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik Polda Bali ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, Kamis, 28 Oktober 2021.

Tribun Bali/Putu Candra
Evgenii Bagriantsev saat menjalani pelimpahan secara daring. WN Rusia ini dilimpahkan terkait kasus pemerasan dengan modus mengaku sebagai informan interpol. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Evgenii Bagriantsev telah menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik Polda Bali ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung, Kamis, 28 Oktober 2021.

Tersangka asal Rusia ini dilimpahkan terkait dugaan pemerasan terhadap korbannya inisial NR, warga negara Uzbekistan. Pun dalam aksinya tersangka Evgenii mengaku sebagai anggota Interpol.

"Hari ini telah dilakukan penerimaan tahap II dari Polda Bali atas nama tersangka Evgenii Bagriantsev yang dilakukan secara daring. Tersangka Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia," terang Kepala Kejari Badung, I Ketut Maha Agung. 

Baca juga: Putra Yasa Ditangkap Terkait Peredaran Narkotik di Ubud,Dihukum 11 Tahun Penjara Lalu Ajukan Banding

Setelah dilakukan pelimpahan, oleh jaksa penuntut, tersangka tersebut akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan.

Saat ini tersangka masih dititipkan penahanannya di Polda Bali.

"Nanti setelah berkas dakwaan lengkap akan segera kami limpahkan ke pengadilan untuk selanjutkan disidangkan," jelas Maha Agung didampingi Kasi Intel dan Humas Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo dan Kasi Pidum Kejari Badung, I Gede Gatot Hariawan. 

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, tersangka Evgenii dalam kasus ini disangkakan melanggar Pasal 368 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Baca juga: Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Hari Raya Galungan, Pemkab Badung Gelar Pasar Murah

Seperti diketahui, kasus ini bermula pada tanggal 17 Pebruari 2021 tersangka Evgenii dan Maxim Zhilitisov (masih buron) mendatangi tempat kerja korban di Jalan Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Badung.

Di sana, keduanya mengatakan kepada korban bahwa tempat usaha tersebut milik Dimitri Babaev dan sedang dicari pihak kepolisian.

Tersangka juga mengatakan kepada korban, dirinya adalah informan dari Interpol. Jika korban tidak mau bekerja sama, maka korban akan mendapat masalah karena bersokongkol dengan Dimitri Babaev. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved