Breaking News:

Berita Bali

Dua WNA Pemalsu Surat PCR Dideportasi Pihak Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja

Dimana keduanya terbukti  bersama-sama memakai surat keterangan PCR Swab palsu saat memasuki Bali melalui Pelabuhan Padangbai

istimewa
Petugas Imigrasi Singaraja saat mendeportasi dua WNA yang sempat menjalani hukuman penjara lantaran memalsukan surat keterangan hasil tes PCR, Sabtu (30/10/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Usai menjalani hukuman penjara selama delapan bulan di Lapas Kelas IIB Karangasem, dua warga negara asing (WNA) masing-masing berinisial DA asal  Rusia dan OM asal Ukraina dideportasi atau dikembalikan ke negara asalnya, oleh Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Nanang Mustofa dikonfirmasi Minggu (31/10/2021) mengatakan, kedua WNA itu telah dideportasi oleh pihaknya pada Sabtu kemarin, melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Keduanya dideportasi, setelah selesai menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas IIB Karangasem, karena melanggar Pasal 265 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1.

Dimana keduanya terbukti  bersama-sama memakai surat keterangan PCR Swab palsu saat memasuki Bali melalui Pelabuhan Padangbai.

Baca juga: Bule Kanada Overstay 100 Hari, Imigrasi Singaraja Putuskan Mendeportasi

Tindakan berupa memalsukan surat keterangan hasil PCR SARS COV-2  ini berhasil diketahui oleh petugas di Pelabuhan Padangbai.

Kala itu kedua WNA tersebut menunjukan surat keterangan hasil PCR yang seolah-olah diterbitkan RS Siloam Media Canggu Badung.

Saat petugas memeriksa surat keterangan tersebut, ditemukan sebuah kejanggalan.

Dimana antara waktu penerbitan surat dengan nomor registrasi surat berbeda.

Setelah dikonfirmasi, pihak rumah sakit menegaskan jika pihaknya tidak pernah menerbitkan surat keterangan hasil PCR tersebut.

Setelah dinyatakan bebas pada Jumat (29/10/2021) lalu,  Kantor Imigrasi Singaraja langsung menjemput kedua WNA tersebut untuk menjalani pendentensian di ruang Detensi Kantor Imigrasi Singaraja.

Setelah semua berkas administrasi dinyatakan lengkap, petugas kemudian menggiring ke dua WNA ke Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk dikembalikan ke negaranya masing-masing.

Nanag menyebut, kedua WNA tersebut dideportasi lantaran melalukan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

"Selain itu kedua WNA ini juga telah melanggar protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19," tutupnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved