Breaking News:

Info Populer

Fenomena La Nina Diprediksi Terjadi Pada Akhir 2021, Berikut Ini Dampaknya ke Petani dan Nelayan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan agar masyarakat bersiap dan waspada menghadapi La Nina yang diprediksi terjadi

Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
ILUSTRASI- Kawasan lahan pertanian di Tabanan, Senin (8/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan agar masyarakat bersiap dan waspada menghadapi La Nina yang diprediksi terjadi pada akhir 2021.

Sebab, La Nina mengancam ketahanan pangan Indonesia, terutama melalui sektor pertanian dan perikanan.

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, ancaman ketahanan pangan itu terjadi karena La Nina berpotensi merusak tanaman akibat banjir, hama, dan penyakit tanaman.

Oleh karena itu, kata Dwikorita, pemerintah harus memberi perhatian lebih pada dua sektor tersebut.

"Selain itu, La Nina mengurangi kualitas produk karena tingginya kadar air," ujar Dwikorita dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini La Nina, Dwikorita: Bukan Nakut-nakuti, Tapi untuk Persiapan Semuanya

Dwikorita memberi gambaran, pada sektor perikanan, pasokan ikan akan berkurang drastis lantaran nelayan tak bisa melaut.

Jikalau dipaksakan melaut pun, hasil tangkapannya tak akan maksimal karena tingginya gelombang.

Alhasil, harga hasil laut di pasaran akan cenderung mahal.

Peringatan dini La Nina

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi, Salah Satunya Telur

Baca juga: Termasuk Meredakan Stres dan Cemas, Kenali Manfaat Melakukan Meditasi Mindfulness

La Nina merupakan fenomena mendinginnya Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur hingga melewati batas normalnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved