Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mahasabha PHDI XII, Ini Harapan Puskor Hindunesia

Semua pihak turut mengikuti jalannya mahasabha, walaupun memang peserta mahasabha secara daring dan luring dibatasi

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, IB K Susena 

Laporan Wartawan Tribun Bali,  A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mahasabha XII PHDI, akan berakhir pada Minggu 31 Oktober 2021.

Semua pihak turut mengikuti jalannya mahasabha, walaupun memang peserta mahasabha secara daring dan luring dibatasi.

Puskor Hindunesia Dewan Koordinator Nasional, turut pula melihat dan mengamati jalannya mahasabha.

Bagi Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Ida Bagus K. Susena, hasil mahasabha ini harus kian meningkatkan kinerja lembaga PHDI sebagai lembaga yang mengayomi umat Hindu baik di Bali maupun secara nasional.

Baca juga: Wisnu Bawa Tenaya Kembali Pimpin PHDI Pusat Periode 2021-2026

"Terutama pengurus harus menggunakan wiwekanya dalam melihat dinamika, konflik, yang terjadi di tubuh lembaga tertinggi umat, atau majelis tertinggi umat," sebutnya kepada Tribun Bali, Minggu 31 Oktober 2021.

Gus Susena, sapaan akrabnya, berharap bahwa mahasabha yang diselenggarakan ini mampu meredakan konflik di dalam umat Hindu.

Khususnya konflik yang sedang memanas belakangan ini, seperti konflik sampradaya dan harus tegas dalam keputusannya.

"Puskor Hindunesia walaupun tidak diundang, namun kami berkomitmen untuk tetap memberi keteduhan," tegasnya.

Termasuk netral dalam konflik internal PHDI, baik yang pro MLB maupun kontra MLB.

Puskor Hindunesia juga ingin melihat kebijakan para pemimpin, atau para elit lembaga keumatan agar mencari titik temu dari setiap permasalahan yang ada. Serta tidak pasif dalam menyikapi segala fenomena keumatan yang ada di lapangan.

Jangan sampai, kata dia, pengurus lembaga keumatan malah ego dan kokoh pada masing-masing pendirian, sehingga tidak ada solusi atau jalan keluar dari setiap permasalahan.

"Sebelumnya tersiar kabar adanya pertemuan kelompok MLB dengan kelompok mahasabha. Difasilitasi oleh seorang jenderal purnawirawan," sebutnya.

Konon, kata dia, saat pertemuan itu memang terbaca perbedaan antara dua kubu tentang sampradaya asing.

"Satu sisi dari kelompok mahasabha luar biasa (MLB) tegas menginginkan pembersihan doktrin sampradaya asing," jelasnya.

Baca juga: Berikut Bocoran Bakal Calon Pemimpin PHDI Pusat

Kemudian dari kelompok mahasabha, atau parisada demisioner sebelumnya menginginkan adanya penyelamatan dari sampradaya secara tidak langsung.

"Karena di sana ada menyebut fokusnya hanya pada ISKCON Hare Krisna, tetapi tidak menyentuh Saibaba. Padahal jelas dua-duanya merupakan bagian dari yang disebut sampradaya asing. Yang ditengarai membawa misi untuk melakukan gerakan konversi terhadap umat Hindu," tegasnya.

Selain itu, Puskor Hindunesia menegaskan bahwa organisasi manapun yang masih mengusung misi konversi, propaganda, dan redoktrinisasi baik tergorganisir dalam tubuh lembaga Hindu.

"Maupun yang tidak terorganisir, itu harus tegas dipilah. Apalagi kemudian organisasi tersebut bisa merangkul umat dari berbagai macam agama dan keyakinan," jelasnya.

Pada intinya, Puskor Hindunesia masih dalam posisi melihat dan mengamati, serta menunggu bagaimana komitmen kedua kubu untuk benar-benar mengakomodir dan mengeksekusi aspirasi dari umat Hindu di seluruh Indonesia.

Wisnu Bawa Tenaya Pimpin PHDI Pusat

Sebelumnya diwartakan, pasangan Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana, M.TP dan Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT), masing-masing terpilih sebagai Ketua Sabha Walaka dan Ketum Pengurus Harian PHDI Pusat Masa Bhakti 2021-2026.

Pasangan ini mengalahkan pasangan Drs. I Made Sutresna, M.A dan Mayjen TNI (Purn), Sang Nyoman Suwisma pada pemilihan pasangan calon ketua sabha walaka dan ketua umum pengurus harian PHDI, dalam sidang paripurna Mahasabha XII PHDI, Sabtu, 30 Oktober 2021 malam.

Pemilihan dilakukan secara voting dengan link yang telah disiapkan panitia.

Sebelum pemilihan, panitia menjaring bakal calon melalui 27 PHDI provinsi yang hadir dalam Mahasabha XII.

Saat penjaringan bakal calon, paket Puspa Adnyana-Wisnu Bawa Tenaya meraih suara terbanyak yakni 12 suara dari 12 provinsi.

Baca juga: Presiden Jokowi Dipastikan Hadir, Mahasabha XII PHDI Digelar 28-31 Oktober

Disusul paket Sutresna-Suwisma 8 suara/provinsi, paket Puspa Adnyana-Suwisma 3 suara/provinsi, paket I Nengah Dana-Yuda Triguna 1 suara/provinsi, paket I Nengah Dana – Suwisma 1 suara, paket Ketut Untung Yoga-Suwisma 1 suara/provinsi dan 1 suara abstain.

Sehingga total ada 27 suara (provinsi).

Sesuai kesepakatan sidang paripurna, paket yang meraih suara minimal 7 suara (provinsi), diajukan sebagai paket calon yang akan dipilih oleh seluruh peserta dan peninjau Mahasabha XII. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved