Breaking News:

Berita Klungkung

4 Pekan Dipasang, Pengunjung Pasar Semarapura Jarang Gunakan Scan QR Code PeduliLindungi

QR Code aplikasi PeduliLindungi di Pasar Semarapura, Klungkung belum termanfaatkan secara maksimal.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pemasangan QR Code aplikasi PeduliLindungi di Pasar Semarapura, Jumat (8/10/2021). 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI - QR Code aplikasi PeduliLindungi di Pasar Semarapura, Klungkung belum termanfaatkan secara maksimal.

Padahal aplikasi itu dipasang khusus untuk melacak dan memutus rantai penularan Covid-19.

Seperti yang tampak di pintu masuk Blok A Pasar Semarapura, Rabu (3/11). QR code aplikasi yang dipasang disetiap pintu masuk pasar itu seakan-akan pajangan semata.

Para pengunjung kebanyakan lalu lalang begitu saja untuk masuk ataupun keluar ke pasar, tanpa memperdulikan QR code aplikasi PeduliLindungi tersebut.

Seperti yang diungkapan seorang pedagang, bernama Nyoman Sulasni.

Ia mengaku jarang melihat pedagang ataupun pembeli melakukan scan QR code aplikasi PeduliLindungi saat masuk atau keluar ke Blok A Pasar Semarapura.

" Jarangan saja ada yang scan. Pengunjung keluar masuk begitu saja. Saat awal-awal baru ada yang scan, kalai sekarang udah jarang sekali," ujar Sulasni.

Baca juga: Rumah Ibunda Soekarno dan Masjid Jami Singaraja Dinyatakan Layak Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Baca juga: Kepedulian Warga Badung pada Hewan Peliharaannya Meningkat, Pemkab Buka Layanan Mangupura Vet Care

Ia juga menjelaskan, awalnya pedagang memang diberikan penjelasan untuk melakukan scan QR code.

Namun dalam prakteknya, memang jarang ada pedagang maupun pengunjung yang melakukan scan.

" Agak ribet ya, apalagi banyak pedagang yang sudah tua-tua juga. Banyak yang tidak mengerti pakai aplikasi itu (PeduliLindungi)," jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa saat dikonfirmasi terkait ini me jelaskan, ada beberapa hal yang menjadi kendala penerapan QR code PeduliLindungi di Pasar Semarapura yakni jumlah petugas yang sangat terbatas, jika harus terus memberikan penjelasan ke pengunjung pasar untuk penerapan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu kebanyakan pedagang ataupun pengunjung pasar tidak bisa menggunakan Samrtphone.

" Pedagang juga kebanyakan tua, sehingga mereka awam memanfaatkan smartphone untuk akses PeduliLindungi," ungkap Ardiasa. (Mit)

Berita Klungkung Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved