Breaking News:

BP2MI Adakan Rakornas Terkait Perlindungan Pada Pekerja Migran Indonesia, Imbau Masyarakat Soal Ini

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) adakan rapat koordinasi dan teknis (Rakornis) terkait gerakan aksi melindungi pekerja migran

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala BP2MI Indonesia, Benny Rhamdani saat rakornas di Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) adakan rapat koordinasi dan teknis (Rakornis) terkait gerakan aksi melindungi pekerja migran Indonesia (PMI). 

Ketika ditemui, Kepala BP2MI Indonesia, Benny Rhamdani mengatakan, melalui rakornas ini pihaknya akan merumuskan rencana-rencana aksi untuk melindungi pekerja migran Indonesia pada satu tahun kedepan.

Pihaknya juga melakukan kolaborasi dengan kementrian lembaga dan juga Pemda tugas pokok BP2MI yang meliputi tata kelola penempatan dan perlindungan. 

"Dan yang sedang kita galakkan adalah pemberantasan sindikat ilegal dengan beban kerja yang sangat besar," ungkapnya pada, Kamis (4 November 2021). 

Menurutnya selama praktek kejahatan penempatan ilegal masih ditemukan maka tidak cukup BP2MI melakukan sendiri.

Sinergi dan kolaborasi ini lah yang kemudian pada Rakornis di Bali pihaknya ingin menyatukan pemahaman dan persepsi. 

BP2MI Terapkan Protokol Kesehatan Antisipasi Peningkatan Gelombang Kepulangan Para Pekerja Migran

Sehingga pada saat aksi-aksi dilapangan mulai berjalan, akan menunjukkan bahwa pergerakan ini semua merupakan orkestrasi Negara.

Dan tidak ada kementrian lembaga yang berjalan sendiri-sendiri.

Dan untuk menunjukkan Negara hadir dan berpihak pada pekerja migran Indonesia, Negara juga mengahdirkan hukum yang adil untuk mengambil tindakan-tindakan tegas pada setiap pelaku kejahatan penempatan ilegal. 

"Artinya ini menjadi bagian dari upaya negara dalam memberikan perlindungan yang sangat serius, sebagaimana perintah Presiden lindungi PMI dari ujung kepala hingga ujung kaki," sambungnya. 

Benny juga mengimbau kepada masyarakat luas agar jangan pernah tertipu dan mau diiming-imingi oleh orang kaki tangan dari bandar yang berperan sebagai calo menjanjikan pekerjaan ke Luar Negeri, diiming-imingi gaji yang tinggi, dan diterbangkan secara cepat.

Itu semua adalah cara atau modus dari sindikat untuk mengambil keuntungan dari setiap PMI yang diberangkatkan. 

Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Calo CPNS, Salah Satunya Seringkali Akui Dekat Dengan Pejabat Instansi

"Dan biasanya setelah mereka ada di Negara penempatan, mereka tidak akan lagi bertanggung jawab terhadap apapun resiko yang dihadapi pekerja migran Indonesia. Intinya Jika ingin mendapatkan peluang informasi peluang kerja datang saja ke Dinas Tenaga Kerja setempat atau ke BP2MI. Nantinya akan diberikan informasi apapun yang dibutuhkan oleh setiap orang," tutupnya. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved