Berita Karangasem
Harga Masih Tinggi, Para Saudagar dan Pengusaha Potong Sapi Mengeluh
Rahmat Hidayat, saudagar sapi asal Kecamatan Bebandem, mengungkapkan, harga sapi per ekor alami peningkatan pasca Hari Raya Idul Adha.
AMLAPURA, TRIBUN BALI - Saudagar sapi di Karangasem mengeluh dikarenakan harga per ekornya melonjak drastis.
Rahmat Hidayat, saudagar sapi asal Kecamatan Bebandem, mengungkapkan, harga sapi per ekor alami peningkatan pasca Hari Raya Idul Adha.
Lonjakannya bertahap, hingga kini berada diangka 2 sampai 3 juta.
Kondisi ini berimbas ke saudagar dan pengusaha potong sapi di Karangasem.
"Saudagar dan pengusaha potong sapi banyak mengeluh karena harga per ekornya naik drastis."
"Rata - rata harga sapi naik 2 juta per ekornya."
"Sampai sekarang harga sapi merangkak naik,"kata Rahmat Hidayat, Kamis 4 November 2021.
Baca juga: Ingin Wujudkan Kemandirian Pangan, Gubernur Bali Ajak Semua Pihak Setop Impor Beras dan Garam
Pihaknya menduga, naiknya harga sapi dikarenakan stok yang menipis.
Mengingat beberapa peternak sapi menjual ternaknya keseluruhan saat Hari Raya Idul Adha.
Sehingga untuk menganti, peternak harus membeli bibit dengan harga mahal. Untuk harga bibitnya juga mngalami kenaikan drastis.
"Kita juga kesulitan mencari sapi dikarenakan stoknya berkurang."
"Semoga kondisi bisa normal. Sehingga peeternak dan saudagar bisa lebih mudh membeli," tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, pengusaha potong sapi sementara mengurangi jumlah potong.
Mengingat harga sapi per kilo masih belum mengalami kenaikan.
Baca juga: Sales Manajer Mall Mencuri Kartu Kredit WN Korea & Gunakan Berbelanja, Ini Penjelasan Manajemen Mall
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Made Ari Susanta, mengatakan, populasi Sapi Bali di Kab. Karangasem meningkat tahun 2021 pasca dilaksanakan inseminasi buatan (IB) melalui prograam sapi komoditas andalan negeri (sikomandan).