Berita Bali
Nilai Ekspor Produk Pertanian Bali pada Oktober 2021 Capai Rp 36,7 Miliar Lebih
Kepala BKP Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengatakan dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 nilai ini naik sebesar 83,79 persen
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
“Sehingga produk ekspor mesti dikirim ke Jakarta terlebih dahulu untuk selanjutnya dikirimkan ke negara tujuan. Jika dalam kondisi normal, ia mengungkapkan, kendala para eksportir adalah persaingan antar negara tetangga yang umumnya persaingan soal harga. Otomatis cost untuk para eksportir bertambah,” katanya.
Ada juga eksportir yang mengirimkan produknya lewat darat dengan kontainer, tapi perkiraan sampai sekitar dua minggu.
Dirinya menyebutkan, untuk petani-petani buah manggis berasal dari Singaraja dan Tabanan.
Sedangkan untuk buah naga, separuh berasal dari Singaraja dan separuhnya dari Banyuwangi. “
Tapi sekarang buah naga belum ada ngirim ke China, karena kita bersaing dengan Thailand yang masih panen buah naga, karena lebih murah harganya dan lebih dekat ke China,” katanya.
Pihaknya berharap, dengan dibukanya pintu penerbangan internasional, ekspor produk pertanian semakin bergeliat. (*)
Artikel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kakao-jembrana-siap-masuki-pasar-ekspor-ke-jepang.jpg)