Berita Bali
Nilai Ekspor Produk Pertanian Bali pada Oktober 2021 Capai Rp 36,7 Miliar Lebih
Kepala BKP Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengatakan dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 nilai ini naik sebesar 83,79 persen
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar mencatat nilai ekspor produk pertanian pada bulan Oktober 2021 mencapai Rp 36.727.507.188.
Nilai ini naik hingga 221,58 persen dari bulan September 2021 yang tercatat hanya senilai Rp 11.420.807.506.
Kepala BKP Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengatakan dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 nilai ini naik sebesar 83,79 persen.
Dimana pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp 19.983.733.188.
Baca juga: MenkopUKM Dorong Kabupaten Buleleng Eksplorasi Komoditas Unggulan untuk Jangkau Pasar Ekspor
Sementara itu, untuk nilai ekspor komoditas unggulan karantina tumbuhan periode Agustus sampai Oktober 2021 senilai Rp 73.588.538.415 dengan total 277 frekuensi pengiriman.
Dirinya mengatakan, pandemi membuat nilai ekspor mengalami penurunan.
“Pada bulan Agustus 2021 akhir sudah mulai ada pengiriman,” kata Terunanegara, Kamis 4 November 2021.
Pihaknya menjabarkan, untuk ekspor komoditas unggulan ditempati oleh ekpor buah manggis asli Bali senilai Rp 12.973.773.811 dengan pengiriman ke China.
Vanili asal Timur Papua senilai Rp 36.763.234.628 ke Amerika Serikat, Rp 14.327.341.096 ke Jerman, Rp 1.725.553.055 ke Spanyol, dan Rp 1.183.475.152 ke Australia.
Kakao pasta asli Bali senilai Rp 1.038.500.000 ke Qatar, kopi biji asli Bali senilai Rp 2.407.088.053 ke Jepang, dan Rp 1.620.425.000 ke Malaysia.
Serta kayu jati dalam bentuk kerajinan asal Bali dan luar Bali senilai Rp 159.147.620 dengan pengiriman ke Kanada.
“Peningkatan ini, khususnya untuk buah manggis, lantaran buah manggis memasuki masa panen. Selain itu, pasaran dari China untuk buah manggis cukup tinggi setiap tahunnya,” katanya.
Ia pun mengakui, saat ini para buyer masih terkendala soal transportasi.
Yang mana, sebelum Covid-19 ada transportasi yang langsung menuju ke China dari Bali.Tetapi karena pandemi, sampai saat ini belum ada penerbangan langsung ke China dari Bali, begitu pula untuk negara-negara lainnya.
Baca juga: Jembrana Ekspor 71 Ton Manggis ke Tiongkok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kakao-jembrana-siap-masuki-pasar-ekspor-ke-jepang.jpg)