Breaking News:

Berita Karangasem

Menjelang Hari Raya Galungan, Harga Bunga Gumitir dan Pacah Alami Peningkatan

Harga bunga gumitir serta pacah di sekitar Kabupaten Karangasem meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Karsiani Putri
Saiful Rohim
Seorang petani di Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem sedang memanen bunga gumitir untuk dijual ke pasar. 

TRIBUN-BALI,AMLAPURA - Harga bunga gumitir serta pacah di sekitar Kabupaten Karangasem meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Harga bunga gumitir naik dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu perkilogramnya, sedangkan bunga pacah naik dari Rp3 ribu jadi Rp10 ribu perkilo.

Ni Nyoman Sutini, penjual bunga, mengatakaan, harga bunga gumitir serta pacah naik sejak tiga hari yang lalu.

Pemicu utamanya karena Hari Galungan dan Kuningan.

Banyak warga yang membutuhkan untuk sembahyang.

Permintaan  gumitir setiap hari juga alami peningkatan dratis.

Baca juga:  Tim Gabungan Gelar Monev Penerapan Prokes di Sejumlah Sekolah di Karangasem

"Harga (bunga) mulai naik. Permintaan juga meningkat. Mungkin di waktu dekat banyak upacara yang dilaksanakan sebelum Galungan. Seperti Sugihan Jawa, Sugihan Bali, dan lainnya," kata Ni Nyoman Sutini ditemui di Subagan, Jumat 5 November 2021 siang hari.

Hal serupa diungkapkan Perbekel Pesaban, Kecamatan Rendang, I Gede Widiasa.

Petani bunga di Desa Pesaban sumringah setelah harga bunga perkilo naik.

"Di Pesaban hampir 125 KK menanam bunga pacah. Perkilonya mengalami kenaikan sekitar Rp7 ribu," ungkap Widi, sapaan akrabnya.

Widiasa menambahkan, saat ini petani bunga di Desa Pesaban rata - rata memanen sekitar 40 sampai 50 kilogram perhari.

Hasil panen dijual ke Klungkung, Gianyar, dan Pasar Menanga di Kecamatan Rendang.

Beberapa  petani kadang kewalahan layani pesanan bunga dari konsumen di Klungkung.

"Sejak pandemi, harga bunga turun. Banyak petani bunga yang rugi saat itu. Sekarang tumben harga bunga meningkat drastis. Semoga ini awal baik. Perekonomian masyarakat bisa kembali normal seperti sebelumnya. Petani juga tidak merugi," harapnya.

Baca juga: 51 Desa di Karangasem Bakal Gelar Pilkades Serentak Tahun 2022

Baca juga: Kisah Kerajinan Dandang Karangasem yang Terancam Punah, Kesulitan Bahan Baku dari Jawa

Widiasa memprediksi, kemungkinan harga bunga akan terus alami peningkatan.

Mengingat di dalam waktu dekat akan ada Hari Galungan dan Kuningan.

Ditambah lagi Kabupaten Karangasem masuk PPKM Level 2.

Warga pun tetap diminta mengikuti himbauan, yakni mentaati protokol kesehatan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved