Berita Denpasar
Jelang Galungan dan Kuningan, Penjual Penjor di Denpasar Akui Sudah Ada yang Beli
“Inti Galungan ataupun perayaan suci lainnya, adalah melakukan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, berterimakasih atas karunia beliau selama in
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Perayaan Galungan dan Kuningan identik dengan pemasangan Penjor.
Penjor sendiri mempunyai makna dan filosofi tersendiri.
Lalu apa makna Galungan, filosofi dan sarana upakara (bebantenan) yang harus disiapkan.
Berikut penjelasan Jero Mangku Ketut Maliarsa, kepada Tribun Bali beberapa waktu lalu.
“Inti Galungan ataupun perayaan suci lainnya, adalah melakukan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, berterimakasih atas karunia beliau selama ini,” jelas pemangku asli Bon Dalem.
Sehingga harus didasari oleh ketulusan, keikhlasan, kepercayaan, dan dasar kesucian dalam menjalankannya. Sehingga mendapatkan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Galungan di Bali, sejak dahulu kala memang sudah dikenal meriah dan dirayakan di seluruh pelosok Pulau Dewata.
Baca juga: Prediksi Serie A Juventus vs Fiorentina, Adu Tajam Striker dan Konsistensi Raih 3 Poin
Perayaan hari raya Galungan dan Kuningan tinggal menghitung hari lagi.
Kini di sekitaran jalanan khususnya di Kota Denpasar sudah banyak ditemukan pedagang penjor.
Salah satunya pada pedagang buah Nengah Budiawan.
Sudah berjualan penjor hampir satu minggu jelang Galungan, penjor milik Nengah Budiawan laku hingga sebanyak 50 penjor.
Semua perlengkapan penjor dijualnya seperti busung, hiasan penjor, sanggah penjor, kelapa dan perlengkapan penjor lainnya.
Harganya pun relatif murah.
Harga tergantung pada ukuran penjornya.
Baca juga: Bertambah 401 Orang, Kasus Baru Covid-19 Hari Ini Terendah Sepanjang 2021
Ia juga menuturkan terdapat penurunan harga penjualan penjor.
Nengah Budiawan juga mengatakan bahwa dibandingkan enam bulan lalu, Ia sedikit melakukan perubahan harga penjornya.
Hal ini ia lakukan agar pelanggannya bisa membeli penjor dengan harga lebih terjangkau.
"Jika dibandingkan 6 bulan lalu ada perubahan harga kita turunkan harga agar masyarakat bisa membeli penjor," Ungkapnya.
Ia memaparkan bahwa dirinya sudah mempunyai pelanggan tersendiri jelang perayaan Galungan dan Kuningana.
"Kita dari dulu sudah punya pelangan terlebih harga kita standar. Kalau kita tidak jualan nanti pelanggan bingung karena sudah terbiasa beli perlengkapan penjor disini," ungkapnya pada, Sabtu (6 November 2021).
Produk-produk untuk penjor yang dijualnya datang dari Bangli, Petang, dan Tabanan. Ia memprediksi kemungkinan keesokan harinya yakni, Minggu (7 November 2021) lebih banyak masyarakat membeli penjor karena rahinan sugihan sudah usai dan hari raya Galungan tinggal menghitung hari saja.
"Harganya relatif kalau dilihat dari perhiasannya ada yang Rp. 450 ribu dan Rp. 350 ribu. Memang agak turun minat beli masyarakat tidak seperti sebelum Covid-19. Jauh turun pendapatan jualan penjor," tutupnya. (*)