Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Pasca Direlokasi, Para Pedagang edagang Pagi dan Sengol Mengeluh Pembeli Masih Sepi

Kondisi Terminal Seraya, Kecamatan Karangasem sepi, Minggu (7/11) siang. Terminal sepi setelah ratusan pedagang direlokasi pemerintah.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
Saiful Rahim
Kondisi Terminal Seraya, Kecamatan Karangasem sepi, Minggu (7/11) siang. Terminal sepi setelah ratusan pedagang direlokasi pemerintah. 

AMLAPURA, TRIBUN BALI - Pedagang di Terminal Seraya, Kecamatan Karangasem mengeluh setelah di relokasi Pemerintah Daerah Karangasem.

Seperti pedagang sengol yang buka mulai sore hingga malam hari, pedagang distributor, serta pedagang yang mulai pukul 03.00 hingga 06.00 wita.

Desak Made, pedagang kue, mengatakan, hampir sebagian pedagang mengeluhkan kebijakan pemerintah terkait relokasi ini.

Diantaranya pedagang sengol yang semula berdagang di Terminal Seraya kini direlokasi ke Terminal Amlapura.

Pedagang menyatakan barang yang mereka jual tidak ada yang laku. 

"Pedagang di Sengol rata - rata mengeluhkan ini (relokasi). Semua mulai dari awal. Seperti mencari sambungan listrik untuk lampu, cari tempat berdagang, serta juga cari pelanggan," ungkap Desak,Minggu 7 November 2021.

Baca juga: Harga Babi di Bangli Jelang Galungan Justru Anjlok, Diprediksi karena Daya Beli Masyarakat Menurun

Sedangkan pedagang pagi hari yang direlokasi ke Pasar Amlapura Barat juga utarakan hal sama.

Rata - rata pedagang mengaku kesulitan jual barang dagangan. Ditambah volume kendaraan yang parkir di Pasar Amlapura Barat semakin padat dan menyebabkan kemacetan di sekitar jalan.

"Dulu sebelum direlokasi jalan lengang. Di saat pagi jalan macet total. Pedagang distributor yang memakai kendaraan sekarang pindah ke Amlapura Barat, serta memarkir mobilnya dipinggir jalan. Pedagang kesulitan mencari tempat parkir. Sampai kelamaan kirim kue," tambah Made Desak.

Baca juga: Warga Haturkan Banten Pule Gembal di Pura Perjuangan, Sebagai Wujud Syukur Karena Telah Miliki SHM

Plt Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Karangasem, Gede Loka Santika, belum bisa dihubungi terkait ini. Sebelumnya yang bersangkutan mengatakan, 126 pedagang di Terminal Seraya direlokasi.

Meliputi dagang sayuran, canang, daging ayam serta pedagang di senggol.

"Pedagang pagi dipindah ke Pasar Amlapura Barat, dan pedagang di sengol dipindah ke Terminal Amlapura. Sedangkan Terminal Seraya digunakan untuk area parkir kendaraan roda 2 serta roda empat," ungkap Loka Santika.

Pedagang direlokasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Karangasem disektor pasar. Sampai saat ini petugas belum memungut retribusi terhadap dagang di Terminal Seraya. Selain itu, kata Santika, relokasi untuk penataan jalan skitar Terminal Seraya - Jalan Kesatrian.

Baca juga: Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Begini Cara Alami Tingkatkan Kadar Kolesterol Baik

Relokasi dilakukan untuk memperlancar lalu lintas sekitar Terminal Seraya hingga Jalan Raya Kesatrian, Kelurahan Karangasem. Area jalan tersebut seering dilalui keendaraan roda 2 serta 4 tujuan ke Pasar Amlapura Barat, Amlapura Timur, dan Seraya. Harapannya jalan berjalan cukup lancar.

Jalur Terminal Seraya termasuk daerah padat lalu lintas. Jalan trsebut merupakan satu - satunya jalan menuju ke Pasar dan Terminal Amlapura. Pengendara sering mengeluhkan kondisi jalan yang macet mulai pukul 03.00 sampai 05.00 wita. Mengingat pedagang jualan hingga ke badan jalan.(*)

Berita Karangasem Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved