Breaking News:

Berita Tabanan

UPDATE Kasus Pembunuhan di Desa Riang Gede Tabanan, JPU Tuntut Surya Brasco Dihukum 19 Tahun Penjara

Tuntutan tersebut menyusul dengan perbuatan yang dilakukan tersangka adalah pembunuhan berencana seperti ketentuan Pasal 340 KUHP

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana rekontruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Surya Brasco terhadap korbannya I Made Kompyang Artawan di Polres Tabanan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Surya Brasco akhirnya dituntut maksimal yakni 19 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan atas kasus pembunuhan yang dilakukannya di Banjar Riang Gede Darma Kelod, Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel pada bulan Maret 2021 lalu.

Tuntutan tersebut menyusul dengan perbuatan yang dilakukan tersangka adalah pembunuhan berencana seperti ketentuan Pasal 340 KUHP.

Saat ini, kasus pembunuhan yang ditenggarai oleh motif balas dendam tersebut sudah disidang.

Bahkan perkaranya akan segera menjelang tahap putusan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

Baca juga: KPK Periksa Dosen FEB Unud 12 Jam, Kasus Dugaan Suap DID Tabanan Tahun 2018

"Sebelumnya, terdakwa sempat memohon pledoi (pembelaan) dan kami juga sudah menanggapinya lewat replik (tanggapan). Minggu ini rencananya duplik (jawaban tergugat)," jelas Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejari Tabanan, I Dewa Gede Putra Awatara saat dikonfirmasi, Minggu 7 November 2021.

Dewa Awatara mengungkapkan, dalam perkara pembunuhan tersebut terdakwa dituntut dengan hukuman 19 tahun penjara.

Selain itu, pihaknya selaku penuntut umum juga menuntut agar terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana seperti ketentuan Pasal 340 KUHP.

Dia menjelaskan, tuntutan tersebut bukan tanpa dasar. Melainkan beberapa hal yang menjadi pertimbangan.

Pertama, pihak terdakwa tidak melakukan upaya perdamaian atas kasus pembunuhan korban Drh I Made Kompyang Artawan alias Pak Dipa pasca kejadian.

Kemudian, kata dia, sesuai dengan fakta persidangan, terungkap bahwa sejak 2019, terdakwa dan korban memang ada masalah pilihan politik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved