Berita Badung

Shortcut Canggu Badung Akan Diperbaiki dengan Anggaran Rp 1,3 M, Pengendara Diminta Cari Jalur Lain

Kendati demikian anggaran yang digunakan bersumber dari donasi pengusaha di sekitar tersebut dan pemerintah kabupaten Badung

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
Beberapa petugas saat memperbaiki senderan di Jalan Shortcut Canggu pada Senin 15 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Para pengendara yang akan melintas di jalan Shortcut Canggu diminta untuk sementara waktu mencari jalur alternatif lain.

Pasalnya saat ini jalan yang menghubungkan Desa Canggu dengan Desa Tibubeneng itu akan dilakukan proses pemeliharaan/perbaikan.

Menurut informasi yang didapat anggaran yang digunakan untuk memperbaiki jalan itu pun mencapai Rp 1,3 Miliar.

Kendati demikian anggaran yang digunakan bersumber dari donasi pengusaha di sekitar tersebut dan pemerintah kabupaten Badung

Baca juga: APBD Badung 2022 Bakal Diturunkan, Sekda Sebut Pendapatan Sudah Disoroti BPK Karena Tak Capai Target

Perbekel Desa Canggu, Nengah Lana tak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengatakan sejak tanggal, 4 November 2021 lalu jalan shortcut Canggu mengalami perbaikan.

Hal itu dilakukan karena kondisi jalan alternatif tersebut sudah cukup parah mengalami kerusakan.

Demi kenyamanan dan keamanan bersama, jalan tersebut kemudian diperbaiki dengan menggunakan anggaran dari Pemkab Badung yang berkolaborasi dengan donasi pengusaha di sekitar kawasan terkait.

“Jadi DED anggaran untuk pengerjaan proyek tersebut diperkirakan senilai Rp 1,3 Miliar sampai dengan Rp 1,5 Miliar. Jadi saat ini sudah mulai proses perbaikan,” katanya.

Dijelaskan jika dulu jalan menggunakan paving, namun kedepan akan diganti dengan menggunakan aspal dan langsung di hotmix.

Bahkan menurut hasil pengukuran, Jalan shortcut itu memiliki panjang kurang lebih 900 meter, dengan lebar bervariasi yakni ada yang 4 meter dan ada 3 meter.

“Jadi karena adanya perbaikan ini, kami mengimbau kepada para pengendara untuk mencari jalur lain dan tidak melalui jalan shortcut Canggu untuk sementara waktu. Hal itu semata-mata demi faktor keamanan pekerja dan kenyamanan pengendara itu sendiri,” imbaunya.

Lana mengatakan saat ini jalur tersebut memang masih bisa dilalui kendaraan sepeda motor, karena proyek baru menyentuh penataan senderan jalan.

Berbeda dengan kendaraan roda empat yang memiliki body yang cukup lebar sehingga tidak bisa melintasinya.

Baca juga: Sampah Kiriman Mengepung Pantai di Badung, Gung Dalem: Evakuasi Sampah Menggunakan 3 Alat Berat

“Untuk sekarang, baru senderan jalan yang diperbaiki. Nanti kalau perbaikan sudah menyentuh keseluruhan, baik pembongkaran, pemadatan dan pengaspalan, tentu pengendara sepeda motor juga kami harap mencari jalur lain,” tegasnya.

Setelah melakukan rapat final dengan Dinas PUPR Badung dan pengusaha terkait, proyek pemeliharaan shortcut Canggu ditargetkan rampung pada tanggal 14 Desember nanti atau dikerjakan selama satu bulan penuh.

Kendati perbaikan jalan sudah dilakukan, Lana pun berharap nantinya bisa dilengkapi dengan Lampu Penerangan Jalan (LPJ).

“Pembuatan pondasi tempat tiang masih akan diupayakan, sedangkan pengadaan tiang dan LPJ nantinya akan dibantu oleh pihak pengusaha. Rencananya LPJ itu tidak akan meminimalisir penggunaan kabel, agar jangan sampai jalan yang sudah sempit justru terkesan semrawut karena banyaknya kabel,” ujarnya sembari mengatakan penguasa juga meminta tiang lampu nantinya menggunakan bahan dari kayu, agar terkesan natural.

Dikonfirmasi terpisah, Kadis PUPR Kabupaten Badung, IB Surya Suamba mengatakan jika perbaikan kondisi jalan shortcut Canggu dilakukan atas kolaborasi antara Pemkab Badung dengan pengusaha yang berada di sekitar lokasi.

Adapun perencanaan anggaran yang dipergunakan untuk memperbaiki jalan tersebut diperkirakan senilai Rp 1,3 Miliar.

“Saat ini, pengerjaan telah dimulai dengan penguatan senderan, untuk nantinya akan dilanjutkan dengan tahapan pengaspalan badan jalan,” tegasnya.

Birokrat asal Tabanan itu mengaku bahwa jalan itu berstatus jalan umum dan jalan milik kabupaten.

Bahkan katanya jalan tersebut juga merupakan jalur pariwisata dan sering dipergunakan sebagai akses wisatawan.

“Selain perbaikan rencananya kondisi jalan saat ini akan dilebarkan kedepannya,” katanya.

Baca juga: Binda Bali Gelar Vaksinasi Massal di Pecatu Badung, Sekda Adi Arnawa Apresiasi dan Beri Dukungan

Disinggung mengenai upaya pelebaran, pihaknya mengaku semua itu masih menunggu ekonomi pulih, sebab pelebaran jalan tersebut memerlukan pembebasan lahan yang ada pada sisi kanan dan kiri jalan.

“Sekarang lebar jalan itu ada yang 3 meter dan ada yang 4 meter. Secara ideal, minimal itu kondisinya 6 meter untuk badan jalan. Jika ditambah drainase, itu perlu 8 meter. Jadi sementara kita lakukan bertahap dulu,” ucapnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved