Breaking News:

Berita Bali

Kisah Veri, Pemijat Tradisional Ulung Pensiunan PNS Pemprov Bali

Meskipun memijat adalah pekerjaan yang berat, namun bagi Veri yang melakoni profesi itu dengan tulus ikhlas sehingga tidak menjadi beban

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Saverius Seran Koy 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Saverius Seran Koy, sejak pensiun dari PNS pada tahun 2019 ia kini berprofesi menjadi tukang pijat tradisional langganan di Wisma Bayu Detasemen Intel Kodam IX/Udayana untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa praktek pijat.

Putra Belu Malaka Nusa Tenggara Timur itu kini menjadi keluarga besar Wisma Bayu dan memiliki banyak pelanggan karena kebolehannya dalam memijat melalui Bengkel Pijat Tradisionalnya.

Menurut Veri, dasar dari teknik memijat ialah orang belajar bagaimana mendiagnosa orang itu sakit.

"Sehingga mereka tahu bahwa dia sakit penyebabnya ini," ujar pria yang merupakan pensiunan Dinas Pertanian Pemprov Bali itu kepada Tribun Bali, Selasa 16 November 2021.

Baca juga: Kisah Couple Preneur Yuni dan Tama Membangun Usaha Kuliner Mie Bakar Setan Sanur

Kata dia, pijat tidak bisa sembarangan dilakukan karena harus dikenali dahulu penyakit.

"Harus tahu persis dulu apa penyakitnya baru kita pijat," tuturnya.

Meskipun memijat adalah pekerjaan yang berat, namun bagi Veri yang melakoni profesi itu dengan tulus ikhlas sehingga tidak menjadi beban.

"Saya harus tulus ikhlas memijat orang jadi saya tidak ada beban, saya suka itu, bangga terhadap profesi," ungkapnya.

Veri membuka praktek di Wisma Bayu setiap hari Senin dan Kamis pukul 10.00 Wita maupun di luar asrama.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved