Berita Denpasar
Serba-serbi Kuliner: Menyantap Sate di Warung Sate Plecing Rinjani
Sate plecing di Warung Sate Plecing Rinjani yang habiskan hingga 800 tusuk perharinya.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pilihan tempat makan di Kota Denpasar memang tidak ada habisnya.
Setiap pelaku usaha kuliner memiliki caranya sendiri agar tetap dapat bersaing dan menarik konsumen.
Seperti pada Warung Makan Sate Plecing Rinjani, Monang-maning.
Ketika ditemui, Fitriya selaku pemilik Warung Sate Plecing Rinjani menjelaskan menu-menu apa saja yang ada di Warung Sate Plecing Rinjani.
"Kita ada sate plecing sapi, ayam, tuna, usus dan sate lilit ayam. Yang paling murah harga sate ayam satu porsi Rp. 12 ribu, kalau sate plecing sapi Rp. 20 ribu. Ada sayur plecing juga. Kita ada pepes tahu, tongkol kalau lagi musim pepes tuna," kata dia pada, Selasa 16 November 2021.
Biasanya pengunjung akan datang di jam makan siang.
Lokasi Warung Sate Plecing Rinjani berada di Jalan Gunung Rinjani, Monang-maning, Denpasar.
Citarasa dari sate plecing yang sudah buka sejak tahun 2012 ini bisa dibilang sangat berbeda pada sate plecing pada umumnya.
Maka dari itu tak heran dalam sehari ditengah pandemi Covid-19 ini sate buatan Fitriya laku hingga 800 tusuk perharinya.
"Sehari habis 700 sampai 800 tusuk. Paling favorit sate plecing sapi dan ayam disini. Biasanya yang berbelanja kalangan usia dewasa karena bumbunya pedas jadi tidak banyak anak-anak yang beli. Jadi yang sering beli remaja dan dewasa," sambungnya.
Dihantam pandemi Covid-19, tak heran membuat jumlah konsumen menurun.
Fitriyani mengatakan sebelum pandemi, biasanya ia ramai oleh pesanan dari usaha katering makanan.
Namun karena pandemi Covid-19 membuat banyak usaha katering makanan tutup, kini ia hanya mengandalkan pelanggan yang datang langsung ke warungnya untuk membeli sate plecing.
Omsetnya pun ikut alami penurunan yakni hingga 50 persen.