Breaking News:

Berita Denpasar

Hingga Oktober 2021 Pertumbuhan Penjualan Listrik PLN Turun Hingga -6,7 Persen

Berdasarkan data yang dibeberkan General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana, hingga Oktober 2021, pertumbuhan penjualan listrik PLN alami penurunan

istimewa via kontan.co.id
ILUSTRASI- PLN 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penjualan listrik PLN tidak capai target di tahun 2021.

Berdasarkan data yang dibeberkan General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana, hingga Oktober 2021, pertumbuhan penjualan listrik PLN alami penurunan hingga -6,7 persen. 

“Jadi penjulan PLN di Bali tidak mencapai target bahkan minus dari tahun sebelumnya. Kinerja yang lain response time, yang proses itu semua hijau, (kinerjanya, red) bagus. Padahal, target pertumbuhan penjualan yang dipasang yakni 2,5 persen pada tahun ini. Maka ada selisih sekitar 8 sampai 9 persen dari target," ungkapnya pada Rabu, 17 November 2021.

Baca juga: Tiga Kali Berturut Dapat Penghargaan BUMN CSR Award, PLN UID BALI Komitmen Tuntaskan Kemiskinan

Baca juga: Siap Sambut Gelaran World Superbike 2021, PT PLN (Persero) Terapkan Listrik Tanpa Kedip di Mandalika

Baca juga: Terus Alami Penurunan Kasus, Denpasar Sisakan 3 Wilayah Zona Kuning, 32 Wilayah Nol Kasus Positif

Baca juga: Pemerintah Menambah Penerima BSU Rp1 Juta Kepada 1,6 Juta Penerima, Simak Cara Cek BSU

Walaupun penerbangan internasional telah dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu namun belum menunjukkan perbaikan yang signifikan untuk PLN di Bali.

Padahal jumlah pelanggan PLN lebih banyak jika dibandingkan dengan bisnis pariwisata.

Terlebih hingga saat ini belum ada turis asing yang datang.

Sehingga tingkat hunian Hotel masih rendah dan menyebabkan penjualan PLN di Bali belum naik signifikan.

Baca juga: Terus Alami Penurunan Kasus, Denpasar Sisakan 3 Wilayah Zona Kuning, 32 Wilayah Nol Kasus Positif

Baca juga: Pemerintah Menambah Penerima BSU Rp1 Juta Kepada 1,6 Juta Penerima, Simak Cara Cek BSU

Penjualan yang negatif dari sisi neraca keuangan berdampak terhadap berkurangnya keuntungan yang diterima PLN dari tahun lalu.

Ia pun menjelaskan, PLN Bali bukan anak perusahaan, melainkan konsolidasi. 

Baca juga: Siap Sambut Gelaran World Superbike 2021, PT PLN (Persero) Terapkan Listrik Tanpa Kedip di Mandalika

Baca juga: Pemerintah Menambah Penerima BSU Rp1 Juta Kepada 1,6 Juta Penerima, Simak Cara Cek BSU

Baca juga: Terus Alami Penurunan Kasus, Denpasar Sisakan 3 Wilayah Zona Kuning, 32 Wilayah Nol Kasus Positif

“Laba CSR ini kan diambil dari keuntungan perusahaan, konsolidasi korporasi, termasuk juga pembangkit-pembangkit PLN ini dalam menghitung rugi laba tidak bisa sendiri. Kalau sendiri mengandalkan pembangkit, biayanya terlalu tinggi. Tapi kita juga menggunakan listrik dari luar Bali,” sambungnya.

Sementara itu, pada Hari Raya Galungan tidak terjadi peningkatan konsumsi listrik yang tinggi.

Ia menyebutkan, beban puncak tertinggi justru terjadi pada bulan Oktober dengan beban puncak mencapai 754,5 MW. 

Baca juga: Pemerintah Menambah Penerima BSU Rp1 Juta Kepada 1,6 Juta Penerima, Simak Cara Cek BSU

Baca juga: Terus Alami Penurunan Kasus, Denpasar Sisakan 3 Wilayah Zona Kuning, 32 Wilayah Nol Kasus Positif

Baca juga: SEGERA CEK Bansos Subsidi PLN, Kunjungi www.pln.co.id

“Sekarang masih sekitaran di bawah itu karena beban dari masyarakat mungkin tidak signifikan, kebanyakan dari hotel. Kebetulan sekarang musim dingin, penggunaan AC mungkin berkurang sehingga bebannya turun,” tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved