Breaking News:

Berita Klungkung

Bumdes dan Kantor Desa Besan Digeledah, Kejari Klungkung Akan Panggil 7 Saksi 

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Klungkung melaksanakan penggeledahan di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kantor Desa Besan, Kecamatan Dawan

Ist/Kejari Klungkung
Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Klungkung melaksanakan penggeledahan di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kantor Desa Besan, Kecamatan Dawan. Kabupaten Klungkung, Rabu 17 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Klungkung melaksanakan penggeledahan di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Kantor Desa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Rabu 17 November 2021 kemarin.

Setelah menyita berbagai berkas dalam penggeledahan itu, Kejari Klungkung berencana akan memanggil 7 orang saksi, terkait pengembangan kasus penyelewengan dana pada Bumdes di Desa Besan.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung Erfandy Kurnia menjelaskan, dalam penggeledahan itu tim Kejari Klungkung menyita  berkas keuanngan, buku rekening Bumdes.

Baca juga: 11 Perbekel Dilantik di TOSS, Bupati Klungkung Minta Layani Masyarakat, Jangan Sok Jadi Politikus

Pasca penggeledahan, rencana pekan depan pihak Kejari Klungkung akan memanggil 6 hingga 7 orang saksi, termasuk tersangka untuk pengembangan kasus tersebut.

" Kami juga masih telusuri apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perkara ini. Sementara saat penggeledahan tadi, Bumdes itu masih beroperasi karena pasca kasus ini mencuat, seluruh pengurus sebelumnya telah diganti," jelasnya.

Sementara Kepala Desa Besan I Wayan Yasa ketika dikonfirmasi menjelaskan, Kejari Klungkung memang sempat datang ke kantornya untuk mengambil beberapa berkas terkait kasus korupsi di Bumdes Besan.

Terkait hal itu, ia menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum.

Baca juga: Kejari Klungkung Geledah Bumdes dan Kantor Desa Besan, Sita Berkas Keuangan hingga Buku Rekening

" Saya serahkan sepenuhnya ke proses hukum. Saat ini Bumdes sudah kembali jalan dengan pengurus baru, dan terus berkembang," ungkap Wayan Yasa, Kamis 18 November 2021 pagi.

Ia juga menegaskan, kasus korupsi di Bumdes Kertha Jaya Besan terjadi sebelum masa kepemimpinanya.

Selaku pembina Bumdes, ia pun saat ini lebih ketat melakukan pengawasan. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved