Breaking News:

Berita Tabanan

Kepala Dinas PUPRPKP Mengundurkan Diri Pasca KPK Geledah Kantornya Terkait Kasus Suap DID Tabanan

Kepala Dinas PUPRKP mengundurkan diri dari jabatannya setelah KPK melakukan penggeledahan terkait kasus suap DID Tabanan

Tribun Bali/I Made Argawa
Anak Agung Ngurah Raka Icwara. Kepala Dinas PUPRKP mengundurkan diri dari jabatannya setelah KPK melakukan penggeledahan terkait kasus suap DID Tabanan. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan, Anak Agung Ngurah Raka Icwara mengundurkan diri dari jabatannya.

Namun, meskipun pengunduran dirinya tersebut sudah disampaikan ke pimpinan, masih belum diketahui jelas persoalannya.

Padahal, Raka Icwara akan menjalani masa pensiun mulai Februari 2022 mendatang atau hanya 3 bulan lagi.

Dengan pengunduran diri tersebut, jabatan Kepala Dinas PUPRPKP sementara diisi oleh Sekdis PUPRPKP Tabanan, Gusti Ngurah Oka Kamasan dengan status Plt. Anehnya.

Kabar ini terjadi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut akhir Oktober 2021 lalu.

Baca juga: Sang Anak Dikabarkan Jadi Tersangka Suap DID Tabanan, Ketua DPRD Bali Tak Mau Banyak Komentar

"Iya benar (Kadis PUPRPKP mengundurkan diri). Tapi itu kan haknya.

Sekarang sudah kita tunjuk pelaksana tugas (Plt) yaitu Sekdisnya," ungkap Sekda Tabanan, I Gede Susila saat dikonfirmasi, Kamis 18 November 2021.

Gede Susila tak berkomentar banyak mengenai alasan pengunduran diri salah satu pejabat tinggi pratama Pemkab Tabanan tersebut.

Hanya saja, Raka Icwara yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Perikanan, dan Kadis LH Tabanan ini akan pensiun di tahun depan.

Selain itu, Sekda juga mengaku lupa kapan Raka Icwara melakukan pengunduran diri tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved