Breaking News:

Berita Denpasar

Pendapatan Daerah Kota Denpasar Tahun 2022 Dirancang Sebesar Rp 1,96 Triliun

Pendapatan Daerah Kota Denpasar tahun 2022 dirancang sebesar Rp 1,96 triliun.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Putu Supartika
Rapat Paripurna ke-25 DPRD Kota Denpasar, pada Selasa, 23 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pendapatan Daerah Kota Denpasar tahun 2022 dirancang sebesar Rp 1,96 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara dalam Rapat Paripurna ke-25 DPRD Kota Denpasar, Selasa, 23 November 2021.

Baca juga: Vaksinasi Anak 6 – 11 Tahun di Kota Denpasar Akan Menyasar 65 Ribu Anak

Baca juga: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Mencapai 97,17 Persen

Jumlah ini terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dirancang sebesar Rp 784,49 miliar lebih.

PAD ini berasal dari Pajak Daerah dirancang sebesar Rp 562,20 miliar lebih, Retribusi Daerah dirancang sebesar Rp 29,15 miliar lebih.

"Hasil pengelolaan kekayaan Daerah yang dipisahkan dirancang sebesar Rp 52,14 miliar lebih serta lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah dirancang sebesar Rp 140,99 miliar lebih," kata Jaya Negara.

Selain itu, Pendapatan Transfer dirancang sebesar Rp 1,18 triliun lebih yang terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dirancang sebesar Rp 1,03 triliun lebih, dan Pendapatan Transfer Antar Daerah dirancang sebesar Rp 143,12 miliar lebih.

Baca juga: Bali Sambut PPKM Level 3 Jelang Libur Panjang Nataru, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Bali

Selain itu, untuk Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022 dirancang sebesar Rp 2,24 triliun lebih.

Adapun rinciannya, yakni Belanja Operasi dirancang sebesar Rp 1,83 triliun lebih yang terdiri dari Belanja Pegawai dirancang sebesar Rp 986,94 miliar lebih, Belanja Barang dan Jasa dirancang sebesar Rp 767,41 miliar lebih, Belanja Hibah dirancang sebesar Rp 73,24 miliar lebih, Belanja Bantuan Sosial dirancang sebesar Rp 3,41 miliar lebih.

Belanja Modal dirancang sebesar Rp 225,06 miliar lebih yang terdiri dari Belanja Modal Tanah dirancang sebesar Rp 241,50 juta, Belanja Modal Peralatan dan Mesin dirancang sebesar Rp 31,92 miliar lebih, Belanja Modal Gedung dan Bangunan dirancang sebesar Rp 103,39 miliar lebih, Belanja Modal Jalan.

Baca juga: 10 Sekolah Terbaik di Bali Berdasarkan Nilai Rerata UTBK 2021, Salah Satunya SMAN 1 Gianyar

Baca juga: Bali Sambut PPKM Level 3 Jelang Libur Panjang Nataru, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Bali

Jaringan dan Irigasi dirancang sebesar Rp 70 miliar lebih dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya dirancang sebesar Rp 19,50 miliar lebih.

"Belanja Tidak Terduga dirancang sebesar Rp 28,27 miliar lebih," imbuhnya.

Belanja Transfer dirancang sebesar Rp 161,20 miliar lebih yang terdiri dari Belanja Bagi Hasil dirancang sebesar Rp 59,22 miliar lebih, dan Bantuan Keuangan dirancang sebesar Rp 101,98 miliar lebih.

Baca juga: Bali Sambut PPKM Level 3 Jelang Libur Panjang Nataru, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Bali

Baca juga: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Mencapai 97,17 Persen

Baca juga: 10 Sekolah Terbaik di Bali Berdasarkan Nilai Rerata UTBK 2021, Salah Satunya SMAN 1 Gianyar

"Berdasarkan target pendapatan daerah dan belanja Rancangan APBD Tahun Anggaran 2022 tersebut, terjadi defisit sebesar Rp 280,32 miliar lebih.

Rencana defisit ini akan ditutupi dari Penerimaan Pembiayaan Daerah yang bersumber dari perkiraan SILPA Tahun 2021 sebesar Rp 280,32 miliar lebih," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved