Breaking News:

Berita Jembrana

Tri Partit Jembrana Sepakat UMK Naik 0,92 Persen

Forum komunikasi, konsultasi dan musyawarah terkait UMK, yakni Pemkab Jembrana, Apindo Jembrana dan SPSI Jembrana (Tripartit) menyepakati bahwa kenaik

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Rapat Tripartit di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Pemkab Jembrana, Selasa 23 November 2021 

Ketua SPSI Jembrana, Sukirman, mengaku, bahwa pembahasan upah minimum tahun 2022 sudah disepakati bersama pekerja yang merupakan penduduk Jembrana.

Kesepakatan ini nantinya dituangkan dalam kenaikan upah.

Kenaikan upah yang di dalamnya ini ada upah minimum yang tertuang dalam UU Cipta Kerja PP 36, yang mengatur menyangkut rumusan indeks dan segala macamnya.

Baca juga: Ops Zebra Agung, Satlantas Jembrana Imbau Masyarakat Tertib Berkendara dan Terapkan Prokes

“Dari SPSI, mengupayakan ruang kesepakatan menjadi keputusan bersama. Dan syukur telah sepakat angka, 2.580.000 sekian sudah menjadi kesepakatan atau naik sekitar 0,92 persen."

"Hal ini adalah bagaimana pemerintah didorong penetapan upah ini menjadi penetapan yang diterapkan di sektor perusahaan untuk menjaga kesinambungan hubungan industrial,” ungkapnya.

Sambungnya, tentunya pemerintah harus mengawasi secara maksimal serta memberikan edukasi kepada pemberi dan penerima upah dan dijalankan sesuai dengan aturan.

Sementara itu, Ketua DPK Apindo Jembrana, Ahmad Yasir Naji menyatakan untuk kenaikan, jika mengikuti denpasar maka kenaikan ialah sebesar Rp6 ribu, Buleleng Rp9 ribu sekian.

Nah, berkaca dari provinsi mendapatkan 0,92 persen.

Kenaikan ini juga berdasarkan rujukan dari UMP Provinsi.  

Terkait permintaan SPSI, Apindo mengiyakan karena masih dalam zona kewajaran.

“Kami mengiyakan karena memang masih dalam bagas kewajaran,” bebernya. (*)

Berita lainnya di Berita Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved