Berita Badung

UMK Badung Tahun 2022 Naik 1,06 Persen, Menjadi Rp 2.961.285,40

Kenaikan UMK itu pun disebut-sebut hasil pembahasan dewan pengupahan setempat, sehingga UMK 2022 ditetapkan Rp 2.961.285,40

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Badung akhirnya menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) pada Selasa 23 November 2021.

Bahkan UMK Badung tahun 2022 naik 1,06 persen atau sebesar Rp 31.192,72 dari besaran UMK saat ini.

Kenaikan UMK ini pun melebihi Upah Minimum Provinsi yakni hanya naik 0,98 persen.

Kenaikan UMK itu pun disebut-sebut hasil pembahasan dewan pengupahan setempat, sehingga UMK 2022 ditetapkan Rp 2.961.285,40.

Baca juga: UMK Badung Tahun 2022 Ditetapkan Besok, Ketua PHRI: Lebih Baik Tetap

"Keputusan ini naik tipis, yakni sebesar 1,06 persen dari UMK 2021 sebesar Rp 2.930.092,64," ujar Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat ditemui usai sidang Paripurna DPRD Badung di Gedung Dewan pada, Selasa 23 November 2021.

Pihaknya juga  mengatakan penetapan UMK Badung merujuk pada kemampuan keuangan daerah.

"Semua yang kami lakukan di Badung ini pertama tidak boleh melanggar aturan. Kedua, kebijakan yang kami lakukan pasti kami mengambil langkah yang terbaik, tentu dengan dasar uang dulu dong, jangan sampai saya membuat kebijakan uangnya tidak cukup," ungkapnya.

Giri Prasta mengakui kenaikan itu pun sudah sesuai dengan rapat pembahasan untuk mengkaji usulan besaran upah minimum kabupaten badung tahun 2022, bahkan telah merumuskan usulan besaran UMK tersebut secara musyawarah mufakat pada tanggal 23 november 2021.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disprinaker) Kabupaten Badung, Ida Bagus Oka Dirga mengatakan, keputusan dewan pengupah terkait besaran UMK telah diajukan ke pimpinan.

"Hasil pembahasan tadi ada peningkatan 1,06 persen atau Rp 31.192,76. Keputusan ini sudah kami sampaikan ke Bapak Sekda, besok sudah naik ke Pak Bupati sebelum diajukan ke Pemprov Bali," tegasnya kembali.

Menurutnya, keputusan UMK 2022 akan ditetapkan pada 30 November 2021.

Bagi perusahaan yang tidak dapat menjalankan kebijakan ini, diharapkan mengajukan surat penangguhan.

Apabila, melanggar kebijakan UMK, pihaknya akan menurukan tim untuk memberikan teguran.

"Tanggal 25 November ini sudah (keputusan UMK -red) ke provinsi, sehingga 30 November bisa ditetapkan," jelasnya.

Baca juga: Jarang Dikunjungi, Begini Kondisi Pantai Padma Legian Badung, Tempat Terbaik Melihat Sunset di Bali

"Kalau ada pengusaha yang belum bisa menerapkan wajib melaporkan, kalau tidak akan kami beri peringatan. Sebab, UMK itu kan sebagai jaring pengaman sosial," imbuhnya.

Selanjutnya usulan tersebut akan diteruskan kepada Gubernur Bali termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM provinsi bali. Seperti diketahui dari tahun ketahun, UMK kabupaten Badung terus mengalami peningkatan.

Bahkan UMK kabupaten Badung sendiri paling besar dari beberapa kabupaten yang ada di Bali.

UMK Kabupaten Badung tahun 2018 Sebesar Rp 2.499.580,99 sedangkan di tahun 2019 Rp.2.700.297,34, begitu juga di tahun 2020 sebesar Rp 2.930.092,64, dan tahun ini atau 2021 masih sama dengan tahun lalu yakni Rp 2.930.092,64. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved