Berita Jembrana

Batal Naik 0,92 Persen, UMK Jembrana Tidak Ada Kepastian

kenaikan UMK ini harus digugurkan menyusul ada surat dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi yang mengharuskan kenaikan upah berdasarkan rumusan inflasi

internet
UMK 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sejatinya Upah Minimum Kabupaten ( UMK) Jembrana akan naik sebesar 0,92 persen, atau senilai Rp 23 ribu.

Kenaikan itu sebelumnya sesuai dengan kesepakatan dalam rapat tripartit, antara pihak pengusaha dalam hal ini Apindo Jembrana, Dinas Tenaga Kerja Jembrana dan Serikat Pekerja atau SPSI Jembrana.

Nyatanya, kenaikan UMK ini harus digugurkan menyusul ada surat dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi yang mengharuskan kenaikan upah berdasarkan rumusan inflasi atau norma aturan penentuan UMK.

Bukan berdasarkan kesepakatan antara tripartit.

Meskipun, dalam kesepakatan itu semua pihak menerima.

Baca juga: Naik 0.11 Persen, UMK di Klungkung Menjadi Rp2.540.847,97

Baca juga: Ganjar Dorong Bupati/Wali Kota Agar Lebih Perhatikan Nasib Guru & Beri Guru Gaji Setara UMK

Baca juga: UMK Badung 2022 Naik 1,06 Persen Jadi Rp 2.961.285,40, Ketua Serikat Pekerja di Badung Sebut Hal Ini

Pendek kata, dalam hal ini, kenaikan UMK Jembrana masih belum ada kepastian.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana I Komang Suparta menyatakan, bahwa berdasarkan surat yang diterima pihaknya dari dinas ketenagakerjaan dan energi sumberdaya mineral Provinsi Bali.

Untuk menetapkan UMK tahun 2022, perhitungan nilai UMK tahun 2022 wajib menggunakan formula upah sebagaimana diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Nah itu, diharuskan dan wajib menggunakan norma aturan PP 36, kesepakatan sebelumnya tidak bisa direkomendasikan,” ucapnya Kamis 25 November 2021.

Menurut dia, selain karena batas waktu harus disampaikan hari ini, maka pihak tripartit menggelar lagi rapat bersama dengan dewan pengupahan untuk menghitung dan menetapkan UMK Jembrana.

Dimana harus sesuai dengan formula yang diatur.

Dinas sendiri sudah beruapaya mengundang Apindo dan serikat pekerja untuk membahas lagi, tapi pihak serikat pekerja tidak bisa dihubungi. 

“Ya karena hal itu maka kami buat (rekomendasi) sesuai formula yang ditentukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, maka ketika sesuai dengan formula kenaikan UMK dengan menghitung melalui rumus yang telah ditentukan dengan pedoman inflasi 1.40.

Sehingga UMK Jembrana tahun 2022 sebesar Rp 2.563.363,76, naik sebesar 0,24 persen atau Rp 6,261,59 dari UMK sebelumnya Rp 2.557.102,17.

Baca juga: Naik Rp 18 Ribu, UMK Tabanan 2022 Sebesar Rp 2.643.778

Baca juga: Tri Partit Jembrana Sepakat UMK Naik 0,92 Persen

Sebelumnya, dalam rapat antara tripartit di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Jembrana, disepakati kenaikan upah Jembrana sebesar Rp 23 ribu atau sebesar 0,92 persen.

Atas hal ketiga pihak pun sepakat. (ang).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved