Breaking News:

Berita Klungkung

Naik 0.11 Persen, UMK di Klungkung Menjadi Rp2.540.847,97

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Klungkung telah menentukan besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten) Klungkung untuk tahun 2022.

Istimewa
Rapat penentuan UMK tahun 2022 di Klungkung, Kamis 25 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Klungkung telah menentukan besaran UMK (Upah Minimum Kabupaten) Klungkung untuk tahun 2022.

Dari berbagai hasil kajian dan pertimbangan, UMK tahun 2022 ditetapkan naik menjadi Rp2.847,97.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Klungkung I Wayan Sumarta menjelaskan, rapat terkait penentuan besaran UMK tahun 2022 di Klungkung dilaksanakan, Kamis 25 November 2021, dengan melibatkan dewan pengupahan.

" Kami telah rapat bersama dewan pengupahan, melihat perkembangan ekonomi terkini, dan inflasi melalui data statistik, ditentukan ada peningkatan UMK di Klungkung sebesar 0,11 persen," ujar Wayan Sumarta.

Baca juga: Akan Disidang, Terdakwa Korupsi Penjualan Air Tangki PDAM Nusa Penida Dijebloskan ke Rutan Klungkung

Dari persentase tersebut, besaran UMK di Klungkung ada peningkatan menjadi Rp2.847,97 dibandingkan UMK tahun 2021.

Pada tahun 2021, UMK Kabupaten Klungkung senilai Rp2.538.000,00 dan tahun 2022 ditentukan naik menjadi Rp2.540.847,97 dengan pembulatan menjadi Rp2.540.848.

" Jumlah itulah yang kami rekomendasikan ke bupati untuk besaran UMK di Klungkung.  Sedangkan batas penetapan UMK tahun 2022 pada tanggal 30 November 2021," jelasnya.

Menurutnya meski kondisi perekonomian Indonesia secara umum sangat terdampak dengan pandemi-19, namun penentuan standar UMK ada kenaikan walau nilainya kecil.

Baca juga: Perempuan Komplotan Pencopet Menyusup ke Sirkuit Mandalika Saat WSBK, Beraksi Hingga Luar Negeri

UMP Bali misalnya, yang ditentukan naik 0,98 persen atau Rp22.971.

Sumarta tidak menunjukan data detail, berapa badan usaha di Klungkung yang sudah ataupun belum memberikan upah ke karyawannya sesuai UMK.

Namun dirinya tidak menampik, masih ada badan usaha atau perusahaan yang belum memberikan upah pegawai sesuai UMK yang ditentukan.

Baca juga: 555 Peserta yang Lolos SKD CPNS Pemkab Klungkung Ikuti SKB, Bersaing Memperebutkan 213 Formasi

" Ada (perusahaan) yang membayar pegawainya lebih dari UMK ada juga yang kurang. Perusahaan juga memiliki skema penggajian yang berbeda, misal untuk karyawan baru ada yang memberikan gaji di bawah UMK," ungkapnya.

Menurutnya yang penting untuk kondisi pandemi saat ini, yakni stabilitas pekerja dan perusahaan.

" Dalam kondisi seperti saat ini, stabilitas dari para pekerja dan keberlangsungan perusahaan yang kami harapkan, agar sama-sama bisa jalan,"ungkapnya. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved