Breaking News:

Sponsored Content

PT PLN (Persero): Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menginginkan agar transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan segera dilakukan.

Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). 

TRIBUN-BALI.COM-  Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menginginkan agar transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan segera dilakukan.

PT PLN (Persero) menilai untuk dapat mempercepat transisi energi sesuai arahan Presiden perlu ada standardisasi untuk ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Baca juga: Jaga Keberlangsungan Bisnis, PLN Sudah Siap Jalankan Transisi Energi

Baca juga: Presiden Perintahkan Konversi LPG ke Kompor Induksi, PLN: Kami Sudah Siap

Baca juga: DISKON! Promo JSM Indomaret 26-28 November 2021, Mie Sedaap Goreng Ayam Bakar Limau Beli 3 Gratis 1

 
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menyebutkan, standardisasi juga menjadi langkah penting untuk dapat mengakselerasi konversi mobil konvensional ke mobil listrik contohnya standardisasi pada baterai dan alat pengisian daya (charger).

Standardisasi ini menjadi langkah penting karena bisa menjadi acuan bagi produsen dalam negeri.

"Seperti colokan listrik, tiap negara memiliki bentuk yang berbeda, tetapi waktu masuk Indonesia bentuknya hanya satu saja," tutur Bob di acara Talkshow Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021 bertajuk Platform Aggregator SPKLU dan SPBKLU di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, Rabu, 24 November 2021.

Baca juga: Desa Angseri Tabanan, Desa 100% PLN Mobile yang Siap Go Digital 

Baca juga: 5 BUMN dengan Utang Segunung, PLN hingga Garuda Indonesia

 
Di samping itu, idealnya platform aggregator harus mampu memberikan efektivitas dan efisiensi secara total terhadap akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Selain itu, program konversi energi ini tidak dapat segera terealisasi tanpa adanya dukungan pemerintah yang memerlukan akuntabilitas sebagai bukti pertanggungjawabannya, sehingga platform aggregator juga dapat menjadi alat kontrol bagi palaksanaan kebijakan pemerintah.

Baca juga: Google Doodle Rayakan Hari Guru Nasional 2021, Simak Sejarah Tanggal 25 November Menjadi HGN

Baca juga: DISKON! Promo JSM Indomaret 26-28 November 2021, Mie Sedaap Goreng Ayam Bakar Limau Beli 3 Gratis 1


 "Aggregator juga dapat difungsikan sebagai salah satu alat untuk mempertangungjawabkan insentif yang diberikan oleh pemerintah. Untuk itu aggregator harus kita buat terstandarisasi yang mengerucut menjadi satu, dan dipegang oleh negara. Karena ini kepentingan negara," tegasnya.

Saat ini, PLN sudah mengembangkan platform Charge.IN yang terintegrasi dengan superapps PLN Mobile untuk memberikan kemudahan kepada pengguna kendaraan listrik dalam memonitor lokasi SPKLU yang aktif, transaksi yang dilakukan dan jumlah energi yang telah di konsumsi.

Platform Charge.In ini siap menjadi platform aggregator untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: 5 BUMN dengan Utang Segunung, PLN hingga Garuda Indonesia

Baca juga: Hingga Oktober 2021 Pertumbuhan Penjualan Listrik PLN Turun Hingga -6,7 Persen

Baca juga: DISKON! Promo JSM Indomaret 26-28 November 2021, Mie Sedaap Goreng Ayam Bakar Limau Beli 3 Gratis 1

 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam sambutannya ketika membuka IEMS 2021 menyampaikan, Presiden Joko Widodo telah memberi mandat mengenai percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut dia Presiden RI ingin agar transisi dari penggunaan energi fosil dalam hal ini bahan bakar segera dilakukan menuju energi terbarukan.

"Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan keharusan dan tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu, harus ada perencanaan terukur dan alur waktu jelas," kata Moeldoko.

Ia juga menambahkan, para pelaku usaha sektor ini juga harus bergerak cepat agar ekosistem kendaraan listrik bisa segera terwujud.

Baca juga: DISKON! Promo JSM Indomaret 26-28 November 2021, Mie Sedaap Goreng Ayam Bakar Limau Beli 3 Gratis 1

Baca juga: Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Masih Mahal di Indonesia

 
"SPKLU harus berani maju, produsen juga maju, jangan saling tunggu. Kalau keduanya saling tunggu ya enggak akan jadi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengaku akan mengeluarkan aturan pelarangan penggunaan kendaraan berbasis ICE di 45 kebun raya di bawah naungan BRIN.

Diharapkan kebijakan tersebut dapat memunculkan captive market tersendiri untuk kendaraan listrik.

"Sehingga orang lebih familiar dan pelaku bisnis terkait mobil listrik dapat tumbuh dan berkembang secara riil dalam jangka pendek," tegasnya.
 

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri.

Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi.

PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik.

PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved