Berita Bangli
Akses Jalan Tertimbun Longsor Selama 3 Hari, Warga Dusun Kayupadi Bangli Harap Penanganan Secepatnya
Alhasil warga sekitar tidak bisa memanfaatkan akses tercepat menuju desa, dan terpaksa harus memutar melewati desa tetangga
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Hujan deras yang terjadi di Bangli dalam beberapa hari terakhir tak jarang berimbas pada musibah tanah longsor.
Kendati demikian, beberapa dampak bencana yang terjadi belum mendapat penanganan evakuasi material.
Seperti yang terjadi di wilayah Desa Songan, tepatnya di Dusun Kayupadi.
Akses jalan yang berada di tebing, tertimbun material longsor batu dan tanah.
Baca juga: Menparekraf Tawarkan Staycation, Nakes RSU Bangli Enggan Ambil Bagian
Alhasil warga sekitar tidak bisa memanfaatkan akses tercepat menuju desa, dan terpaksa harus memutar melewati desa tetangga.
Kepala Dusun Kayupadi, I Komang Brata saat dikonfirmasi Selasa (30/11/2021) mengatakan, musibah longsor sejatinya terjadi sejak hari Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 11.00 wita akibat hujan deras.
Musibah tersebut berlokasi di jalur Desa Songan menuju Dusun Kayupadi, atau sekitar 500 meter dari pemukiman warga di dusun itu.
"Longsor terjadi dua kali. Yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Dua kejadian ini berada di jalur yang sama, yang oleh warga sekitar lokasi ini disebut celok," sebutnya.
Longsor yang terjadi menutup total akses jalan tersebut.
Tinggi material tanah dan batu dikatakan mencapai lebih dari satu meter. Bahkan untuk dilewati pejalan kaki pun, Brata menyebut masih meragukan.
"Kejadian seperti ini memang hampir setiap tahun terjadi. Kalau sudah masuk musim hujan, kami selalu waspada," ungkap dia.
Pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke BPBD Bangli maupun dinas PUPR Perkim Bangli, untuk meminjam alat berat.
Mengingat material longsor yang begitu besar, sehingga sulit dievakuasi dengan cara manual.
Kendati demikian, laporan tersebut belum ada tindak lanjutnya.
Baca juga: Polres Bangli Siagakan Personel dan Sarana Prasarana Selama Musim Penghujan
"Sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Koordinasi tyang terakhir bersama PU, karena adanya penggantian struktur jabatan kepala dinas, sehingga segala sesuatunya harus dikomunikasikan kembali antara Kasi atau Kabid yang membidangi dengan pimpinannya," ujar Brata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pihak-dusun-belandingan-dan-kepolisian-saat-melakukan-pemantauan-di-titik.jpg)