Breaking News:

Sponsored Content

Tim PUMA Unud Fasilitasi Bank Sampah dan Bangun Sumur Biopori di Desa Banjarangkan Klungkung

Di Desa Banjarangkan, Klungkung, terdapat tempat olah sampah setempat, tetapi masyarakat belum terbiasa memilah sampah.

istimewa
Serah terima peralatan administrasi bank sampah kepada Kepala Desa Banjarangkan A.A.Gde Indrawan Diputra SH, 27 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Masalah sampah sudah menjadi masalah nasional.

Di Bali sendiri, timbulan sampah mencapai 2.000-2.400 ton per hari, namun hanya setengahnya yang berhasil dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Di Desa Banjarangkan, Klungkung, terdapat tempat olah sampah setempat, tetapi masyarakat belum terbiasa memilah sampah.

Pola penanganan sampah masih menggunakan pola angkut dan buang.

Serah terima sumur biopori kepada Kepala SMPN 1 Banjarangkan Bapak I Nengah Suradnya, S.Pd., M.Pd.27 November 2021
Serah terima sumur biopori kepada Kepala SMPN 1 Banjarangkan Bapak I Nengah Suradnya, S.Pd., M.Pd.27 November 2021 (istimewa)

Baca juga: 292 Nakes di Klungkung Ambil Kesempatan Menginap di Hotel Selama Sebulan

Sampai di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), sampah baru dipilah dan diolah lebih lanjut dengan teknik peuyemisasi.

Program yang sudah berjalan dengan adanya TOSS akan lebih efektif jika pemilahan sampah sudah dimulai di sumber.

Apalagi dengan adanya Pergub Bali no.47 tahun 2019 yang mensyaratkan pengelolaan sampah di tingkat desa.  

Di desa Banjarangkan, animo masyarakat sangat besar untuk mengelola sampah dengan metode 3R, tetapi masih banyak yang belum memahami cara pemilahan padahal aspek pengetahuan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pengelolaan sampah.  

Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan pertemuan dengan Plt.Kepala Desa Banjarangkan Ibu Ni Made Sritami Rindani, SE. pada awal bulan Juli 2021 dan tim Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Udayana (Unud) berkunjung untuk meninjau tempat olah sampah setempat (TOSS) yang dimiliki Desa Banjarangkan.

Desa Banjarangkan sendiri sudah membentuk kader-kader bank sampah dan kegiatan bank sampah sudah direncanakan sehingga dilakukan sinergi program dan peningkatan kuantitas dan pengembangan aktivitasnya dalam pengelolaan sampah organik di sumber.

Sosialisasi pertama menyasar kader bank sampah, kemudian masyarakat desa dalam acara arisan bulan Oktober di Banjar Pagutan dan di Banjar Nesa.

Selanjutnya sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga menyasar murid-murid SMPN 1 Banjarangkan pada tanggal 30 Oktober 2021 yang didampingi oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarangkan I Nengah Suradnya, S.Pd., M.Pd. dan guru pembina OSIS Bapak I Dewa Gede Hermawan, S.Pd.

Kegiatan perdana Bank Sampah di Banjar Nesa dan Banjar Koripan dan Koripan Tengah, Banjar Selat dan Banjar Pagutan dikerjakan berurutan pada tanggal 9 dan 10 September 2021.

Pengolahan sampah dengan sumur biopori diterapkan di rumah salah satu warga untuk percontohan dan di dua lokasi sekolah SMPN 1 Banjarangkan dibangun 4 sumur biopori sebagai langkah awal sekolah zero waste dan persiapan sekolah adiwiyata dalam waktu dekat.

Pada tanggal 27 November 2021, Dr.Ir.Yenni Ciawi sebagai ketua program pengabdian masyarakat dari Universitas Udayana melaksanakan serah terima peralatan administrasi Bank Sampah, 1 unit komposter untuk kantor desa, dan 4 buah bor biopori kepada Kepala Desa Banjarangkan Bapak A.A.Gde Indrawan Diputra SH dengan harapan kantor desa jadi panutan dalam penanganan sampah di sumber.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved