Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Mahasiswi Unsri Alami Pelecehan Seksual Saat Bimbingan Skripsi, Rektor Angkat Bicara

Kasus pelecehan seksual kembali terjadi, kini 3 mahasiswi Universitas Sriwijaya jadi korban

Tayang:
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Irma Budiarti
tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi - Mahasiswi Universitas Sriwijaya alami tindakan pelecehan saat bimbingan skripsi. 

TRIBUN-BALI.COM, PALEMBANGKasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen terhadap mahasiswi kembali terjadi.

Kasus pelecehan seksual tersebut menimpa tiga mahasiswi di Universitas Sriwijaya (Unsri).

Ketiga mahasiswi tersebut diduga mengalami pelecehan seksual secara fisik dan verbal oleh terduga dua dosennya sendiri.

Dilansir Tribun-Bali.com dari akun Twitter @unsrifess dan Instagram @palembang.eksi lewat Kompas.com pada Jumat 3 Desember 2021, kasus pelecehan seksual tersebut terungkap lewat utusan yang diunggah pada 27 September 2021, yakni korban berinisial DR yang merupakan mahasiswi Unsri semester akhir.

Pada saat itu, DR diketahui menggunakan akun anonim dan tidak menyebutkan identitas pelaku maupun dirinya.

Baca juga: Aksi Pelecehan Resahkan Pengendara Motor Perempuan di Karangasem pada Malam Hari

DR mengku mengalami pelecehan seksual tersebut oleh oknum dosen pada Sabtu 28 Agustus 2021, ketika hendak mengurus keperluan skrupsi di kampusnya.

Akibatnya, hal tersebut pun membuatnnya merasakan trauma.

Dalam kasus ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) turut memberikan pendampingan kepada DR agar pihak kampus segera mengambil tidakan dan membawa permasalahan ini ke ranah hukum.

Tanggapan Rektorat

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaf akhirnya angkat bicara soal kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut.

Ia menuturkan, pihaknya telah membentuk tim sejak utasan tersebut trending di Twitter dua bulan yang lalu.

Namun, sejauh ini pihaknya mengaku belum menemukan identitas mahasiswa tersebut.

Kita harus teliti kebenaran berita itu, karena itu baru sepihak yang dituduhkan.

Kita telah membentuk tim etik yang sudah dibentuk dua bulan untuk melakukan penelusuran,” kata Anis di Palembang, Jumat 19 November 2021.

Menurut Anis, pihak kampus tidak akan menutupi siapapun oknum dosen yang nantinya terbukti melakukan pelecehan.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Unud, Direktur LBH Bali Vany : Kok Respon Unud Seperti Itu

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved