Bali

Penari Rangda dan Barong Harus Paham Pakem dan Tetuek

Komang Gases saat menjadi narasumber dalam program Tribun Bali, bertajuk Bali Sekala-Niskala yang tayang pada Jumat, 3 Desember 2021, pukul 18.00 WITA

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Harun Ar Rasyid
ask
Komang Gases saat menjadi narasumber dalam program Tribun Bali, bertajuk Bali Sekala-Niskala yang tayang pada Jumat, 3 Desember 2021, pukul 18.00 WITA di akun YouTube Tribun Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terjadinya beberapa fenomena ‘kecelakaan’ saat menari tarian sakral di Bali, tentunya menjadi pelajaran penting dalam seni dan budaya Bali. Kecelakaan tersebut seperti ada yang tertusuk, saat menarikan rangda hingga berakibat fatal meninggal dunia.

Hal ini sontak menjadi perhatian semua pihak, tak terkecuali praktisi seni budaya, Komang Gases.

Dosen FKIP UPMI ini, menegaskan seorang penari apalagi penari tarian sakral harus paham pakem dan tetuek.

Dalam kamus besar Bahasa Bali-Indonesia, tetuek adalah tujuan atau maksud. Sehingga tatkala pentas, semuanya berjalan lancar sesuai dengan tujuan dari tarian itu sendiri.

“Masalah penari rangda yang tembus, tukang ngurek tembus, dan lain sebagainya. Itu sebenarnya disebabkan karena kurangnya pemahaman akan tarian sakral itu sendiri,” jelas pria dengan nama asli Dr. Komang Indra Wirawan ini, dalam program bincang Tribun Bali, bertajuk Bali Sekala-Niskala.

Baca juga: Buka Acara UMKM dan Ekraf, Ketua Kadin : KADIN Indonesia Siapkan Program Bangkitkan UMKM

Komang Gases mengingatkan, penari khususnya penari tarian sakral harus paham tupoksinya.

Tidak serta merta menari begitu saja, tanpa ada bekal yang mumpuni. Baik bekal secara sekala maupun bekal secara niskala.

“Pada saat kita melihat ada fenomena rangda tembus, bukan berarti rangda ini tidak sakti atau siddhi. Sepatutnya si pengayah (penari) tahu akan tupoksinya. Supaya kejadian kecelakaan tidak terjadi,” tegasnya.

Baca juga: Vaksin Booster Covid-19 Masih Dikaji Pemerintah, Menkes: Kurang Lebih di Bawah Rp300 Ribu

Tak dapat dipungkiri, kecelakaan saat menari bahkan hingga meregang nyawa akan pula menggiring pro dan kontra di tengah masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved