Breaking News:

Berita Jembrana

Cuaca Ekstrem, Satpolairud Jembrana Minta Waspada Saat Berlayar

Gelombang tinggi melanda perairan Jembrana beberapa hari belakangan. Hal itu menyusul dengan kecelakaan laut yang terjadi di perairan Selat Bali.

Satpolairud Polres Jembrana
Evakuasi sampan oleh Satpolairud Polres Jembrana, Sabtu 4 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Gelombang tinggi melanda perairan Jembrana beberapa hari belakangan.

Hal itu menyusul dengan kecelakaan laut yang terjadi di perairan Selat Bali, Sabtu 4 Desember 2021 kemarin.

Dan juga gelombang tinggi sampai menghantam rumah warga di Banjar Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

Kepala Satuan Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Raka Wirama mengatakan, bahwa dalam waktu beberapa hari terakhir dari pantauan pihaknya memang perairan Jembrana sedang tidak baik-baik saja.

Gelombang tinggi dari informasi warga mencapai dua meteran. Sehingga, hal ini cukup rentan mengakibatkan kecelakaan laut. Pihaknya mengimbau setiap nelayan, ataupun pengguna peraira selat Bali atau perairan Jembrana lainnya, meningkatkan kewaspadaan.

“Kami minta Nelayan dan pengguna peraira  Jembrana atau selat Bali berhati-hati atau meningkatkan kewaspadaan,” ucapnya Minggu 5 Desember 2021.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Sebabkan Pohon Tumbang hingga Menimpa Kabel dan Rompok Warga di Tegalalang Gianyar

Baca juga: BMKG Sebut Wilayah Bali Mulai Peralihan Musim Kemarau ke Hujan, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Besok 18 Oktober 2021 di 27 Wilayah Indonesia, Termasuk Bali

Menurut dia, bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, potensi gelombang tinggi masih terjadi hingga beberapa hari terakhir.

Sehingga, ketika memang cuaca tidak mendukung lebih baik menepi, tidak melaut.

Apalagi, pada Sabtu siang kemarin, di dekat Pelabuhan Gilimanuk, ada tujuh orang dari Banyuwangi mengalami kecelakaan laut.

Beruntung idak ada korban jiwa dari terbaliknya perahu tersebut, namun peralatan memancing dan barang bawaan tenggelam.

“Memang untuk kecelakaan laut kemarin akibat kelalaian dari pemancing. Berawal saat salah satu pemancing menarik ikan,  pemancing lain penasaran dan melihat ikan di lambung sebelah kiri sampan sehingga mengakibatkan sampan miring ke kiri dan terbalik. Ditambah lagi ada salah satu penumpang yang mengambil rokok yang terjatuh ke laut,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sendiri tetap selalu waspada terhadap segala gangguan di laut. Sehingga bekerjasama dengan pihak BMKG terkait dengan kondisi cuaca.

Masyarakat juga yang akan menyebrang atau memancing sebaiknya mengakses website BMKG untuk informasi lebih valid.

Hal itu untuk menghindari terjadi musibah atau kecelakaan laut yang bisa menimpa. (ang).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved