Berita Bali

Ditangkap Saat Menempel Sabu, Nengah Ananta dan Kadek Ari Mohon Keringanan Seusai Dituntut 10 Tahun

I Nengah Ananta Wijaya (24) dan Kadek Ari Wiguna (19) memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Net
Ilustrasi sabu-sabu - I Nengah Ananta Wijaya (24) dan Kadek Ari Wiguna (19) memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Nengah Ananta Wijaya (24) dan Kadek Ari Wiguna (19) memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Permohonan itu disampaikan melalui pembelaan (pledoi) secara tertulis, menanggapi tuntutan sepuluh tahun penjara yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diketahui kedua terdakwa tersebut dituntut terkait tindak pidana narkotik golongan I jenis sabu. 

"Pada intinya kami memohon keringanan hukuman terhadap kedua terdakwa. Pertimbangannya, mereka kooperatif di persidangan. Kedua terdakwa juga telah mengaku dan menyesali perbuatannya."

Baca juga: Diciduk Terlibat Mengedarkan Ganja dan Sabu, Ferry dan Reynaldi Terancam 12 Tahun Penjara

"Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga," papar Aji Silaban selaku penasihat hukum kedua terdakwa saat dikonfirmasi, Senin, 6 Desember 2021.

Diberitakan sebelumnya, JPU Eddy Arta Wijaya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama sepuluh tahun, dan denda Rp 1,5 miliar subsider satu tahun penjara.

Aji Silaban mengatakan, kedua kliennya tersebut dituntut pidana setelah dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman berupa sabu-sabu yang beratnya melebihi 5 gram.

"Sebagaimana dakwaan primer JPU, kedua terdakwa dinilai melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik," jelas pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Baca juga: Diupah Rp 50 Ribu Menempel Sabu di Denpasar, Adi Saputra Diganjar 6 Tahun Penjara

Diungkap dalam surat dakwaan JPU, ditangkapnya kedua terdakwa bermula dari laporan masyarakat yang diperoleh pihak kepolisian Polda Bali.

Disebutkan, bahwa kerap terjadinya peredaran narkoba di seputaran Jalan Gelogor Carik, Pemogan, Denpasar selatan. 

Dari laporan itu pihak kepolisian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi tersebut. Tidak berselang lama, akhirnya petugas kepolisian berhasil mengamankan dua terdakwa. 

Baca juga: Diupah Rp500 Ribu Ambil 38 Paket Sabu, Yudi Terancam 20 Tahun Penjara

Kemudian dilakukan penggeledahan, dari kedua terdakwa berhasil disita 28 plastik klip bening berisi sabu dengan berat total 9,54 gram brutto atau 6,66 gram netto. 

Berdasarkan interogasi, para terdakwa mengaku mendapat sabu dari Ipang (DPO). Keduanya juga mengaku baru pertama kali bekerja menempel sabu dengan upah Rp 50 ribu sekali tempel yang diberikan oleh Ipang. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved