Netizen NTT Minta Hotman Paris Bantu Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak, Ada Apa dengan Polisi?

Netizen NTT Minta Hotman Paris Bantu Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak, Ada Apa dengan Polisi?

Penulis: Uploader | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali
Hotman Paris Hutapea. 

Catatan Kritis datang dari Yulius Benyamin Seran, Advokat DPC Peradi Denpasar asal NTT

TRIBUN-BALI.COM- Ia mengikuti perkembangan kasus pembunuhan Ibu dan Anak sejak pertama kali diberitakan pada 30 Oktober 2021 lalu setelah membaca berita penemuan dua jenazah tanpa identitas oleh pekerja proyek galian pipa, hingga trend akhir-akhir ini muncul permintaan dari ribuan netizen NTT kepada Advokat papan atas tanah air Hotman Paris Hutapea.

Menurut Benyamin permintaan netizen NTT yang begitu masif agar Hotman Paris bersedia mengadvokasi kasus ini sejalan dengan harapan keluarga korban serta didasarkan pada alasan yang sangat logis karena banyak kejanggalan yang belum terungkap.

Adapun 5 kejanggalan yang dirangkum oleh Benyamin Seran dalam catatannya sebagai berikut:

Baca juga: Polisi Ungkap Hasil Autopsi Pembunuhan Ibu dan Anak di NTT, Benarkah Astri dan Bayi Lael Mati Lemas?

1. Motif Pembunuhan belum pernah diungkap

Sampai dengan penetapan tersangka sebelum tersangka menyerahkan diri, hingga konfrensi pers per hari Senin, 6 Desember 2021 kemarin, Polisi belum menggungkap motif pembunuhan pelaku padahal menurutnya motif pembunuhan menjadi sangat penting apalagi dalam kasus ini beredar screenshot chat whatsapp di media sosial yang bisa diajdikan petunjuk untuk mengungkap motif pembunuhan.

Dari motif pembunuhan inilah kemudian menjadi rujukan untuk menyimpulkan apakah pembunuhan ini direncanakan ataukah tidak, selanjutnya dapat menerapkan Pasal 340 KUHP ataukah Pasal 338 KUHP.

Adalah sebuah kejanggalan apabila motif pembunuhan sampai dengan saat ini belum terungkap.

2. Informasi tentang Hasil Autopsi masih sangat minim

Dalam kasus pembunuhan harus dilakukan autopsi terhadap jenazah untuk memastikan penyebab meninggalkan korban.

Apakah karena benturan benda tumpul, apakah karena luka tusukan benda tajam atau apakah karena gagal nafas.

Baca juga: Hotman Paris: Desiree Tarigan Siap Berdamai dengan Hotma Sitompul, Rujuk No Way

Hasil otopsi juga bisa menjadi petunjuk bagaimana cara tersangka menghabisi nyawa kedua korban.

Sebab apapun bentuk pengakuan tersangka tentang bagaimana caranya membunuh kedua korban, apabila pengakuannya tidak sinkron dengan hasil autopsi maka patut dianggap sebagai kejanggalan yang harus diungkap.

Dalam keterangan persnya kemarin, Kabid Humas Polda NTT hanya menyampaikan keduanya mati lemas dan ada indikasi pembekapan pada saat ditanya oleh wartawan terkait penyebab matinya korban ketika jumpa pers.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved