Breaking News:

Sponsored Content

Optimalisasi Pengolahan Sampah, Pemkot Denpasar Terima Bantuan Mesin Pelet & Pencacah dari BPD Bali

Optimalisasi pengolahan sampah menjadi fokus utama Pemkot Denpasar saat ini, karena kapasitas dan daya tampung dari TPA Suwung semakin penuh.

Tribun Bali/Putu Supartika
Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menerima mesin pelet dan mesin pencacah sampah dari Bank Pembagunan Daerah (BPD) Bali di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reuse, Reduce, Recycle Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Bali, Jumat 10 Desember 2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Optimalisasi pengolahan sampah menjadi fokus utama Pemkot Denpasar saat ini, karena kapasitas dan daya tampung dari TPA Suwung semakin penuh.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat menerima mesin pelet dan mesin pencacah sampah dari Bank Pembagunan Daerah (BPD) Bali di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reuse, Reduce, Recycle Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Jumat 10 Desember 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara menyampaikan bahwa Pemkot Denpasar telah mengambil Langkah strategis terkait permasalahan sampah. 

Baca juga: Rapat Paripurna Ke 29, Masa Persidangan III, Fraksi DPRD Denpasar Setujui Lima Ranperda

“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan akan lebih besar dan hanya melalui kerja sama dan kolaborasi kami dapat mengatasi masalah-masalah penting ini. Langkah yang harus kita lakukan bersama adalah pengolahan sampah berbasis sumber,” kata Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan dengan adanya mesin ini dapat mengoptimalkan pengolahan sampah yang telah ada di TPST 3R Kesiman. Selain menerima 1 (satu) mesin pelet dan 1 (satu) mesin pencacah, Jaya Negara  meninjau pembudidayaan Maggot dan tumbuhan yang menggunakan pupuk kompos tersebut.

Baca juga: UPDATE Dugaan Korupsi Dana LPD Serangan, Prajuru dan Panureksa Diperiksa Kejari Denpasar

Sementara Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar, Gusti Ngurah Gede Budhita mengatakan mesin yang telah diberikan akan dimanfaatkan dengan baik untuk mempercepat penanganan sampah khususnya di desa Kesiman Kertalangu.

Selebihnya dikatakan Ngurah Gede Budhita untuk pengolahan sampah disini kita bagi menjadi tiga jadwal yakni hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat kami lakukan pengolahan sampah organik, sementara hari Rabu dan Sabtu kami lakukan pengolahan sampah residu, dan untuk hari Minggu kami lakukan pengolahan khusus untuk sampah anorganik.

Baca juga: TPID Kota Denpasar Jaga Stabilitas Harga dan Inflasi Jelang Nataru Dengan Mengoptimalisasi 4K

“Kami berharap ini dapat menjadi contoh untuk desa-desa yang lain agar kedepannya bisa melakukan hal yang serupa agar dapat memilah sampah dari sumbernya sehingga lebih mudah untuk diolah agar dapat menjadi sesuatu yang lebih berharga seperti pupuk dan pellet. Dan yang paling penting hasil dari pengolahan ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved