Berita Internasional
Taiwan Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron, Dibawa Pelancong dari Luar Negeri
Sepuluh orang lain yang duduk di depan dan di belakang pelancong pada penerbangan masuk telah di karantina di rumah dan semuanya dinyatakan negatif
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Taiwan mengonfirmasi kasus pertama varian Covid-19 baru Omicron di negaranya.
The Central Epidemic Command Centre mengatakan infeksi varian Omicron terdeteksi pada seorang pelancong dari Eswatini, yang sudah dikarantina, seperti halnya semua kedatangan ke Taiwan.
Pendatang itu tanpa gejala.
Sepuluh orang lain yang duduk di depan dan di belakang pelancong pada penerbangan masuk telah di karantina di rumah dan semuanya dinyatakan negatif.
Baca juga: Peneliti Jepang Ungkap Varian Omicron 4 Kali Lebih Bahaya dari Delta, Efektivitas Vaksin Hanya 20%
Lebih Bahaya dari Varian Delta
Sebelumnya diberitakan Tribun Bali, Tim Peneliti Jepang mengungkapkan bila varian baru virus Corona (Covid-19) Omicron memiliki bahaya empa kali lebih besar ketimbang varian Delta.
Hal tersebut berdasarkan hasil Analisa tim peneliti Jepang yang dipimpin oleh Profesor Hiroshi Nishiura dari Universitas Kyoto.
Menurut penelitian mereka, muatan baru strain Omicron mudah menginfeksi kembali, bahkan bagi orang yang telah divaksinasi ataupun pernah terinfeksi varian lain sebelumnya.
"Penyebaran Omicron sangat cepat dan kekuatannya 4 kali lipat dari Delta serta kekebalan tubuh yang telah divaksin pun turun menjadi 20 persen," ungkap Profesor Hiroshi Nishiura, Rabu, 8 Desember 2021
Tim peneliti Profesor Nishiura pun telah mengunggah momentum perluasan strain Omicron tersebut di situs web yang mendaftarkan terkait informasi genetic virus Corona Baru.
Situs tersebut pun telah melaporkan lebih dari 200 data terkait strain dari Afrika Selatan antara bulan September hingga akhir November 2021.
Berdasarkan rapat antara ahli Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada 8 Desember 2021 mengungkapkan bila angka reproduksi efektif yang menunjukkan berapa banyak orang yang menyebarkan infeksi adalah dengan kekuatan 4,2 kali lipat dari strain Delta, terutama di Gauteng dimana strain Omicron tersebar luas.
Profesor Hiroshi Nishiura pun menyimpulkan meskipun data tersebut bisa dikoreksi, tingkat bahaya dari strain Omicron tetap tinggi ketimbang varian lainnya.
“Artinya meskipun bias data dikoreksi, setidaknya dua kali lipat," ujarnya.
Prof Hiroshi Nishiura, anggota tim peneliti penyakit menular virus corona Kementerian Kesehatan Jepang dan dosen Universitas Hokkaido.
Baca juga: UPDATE: Kemenkes Sebut Tidak Benar 4 Warga Jakarta Terpapar Omicron
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-varian-omicron.jpg)