Vaksinasi

Seseorang yang Belum Vaksin Covid-19 Dilarang Bepergian Jauh Saat Libur Nataru

Satu di antara ketentuan itu adalah seseorang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dilarang bepergian jarak jauh.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Seseorang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dilarang bepergian jarak jauh saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pemerintah mengeluarkan aturan perjalanan baru saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Satu di antara ketentuan itu adalah seseorang yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dilarang bepergian jarak jauh.

Sebelumnya pemerintah berencana menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 untuk mencegah lonjakan kasus pascalibur Nataru.

Baca juga: Aturan Lengkap Mobilitas Masyarakat Saat Natal dan Tahun Baru 2022

Baca juga: Menkominfo Soroti 6 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Minta Pemda Ikuti Inmendagri PPKM Nataru

Akan tetapi keputusan tersebut diubah, dan pemerintah menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 yang sekaligus merevisi serta mencabut Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021.

Melalui Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021, pemerintah menetapkan sejumlah ketentuan bagi masyarakat yang hendak bepergian selama masa liburan Nataru.

"Para penumpang harus sudah memiliki sertifikat vaksin dosis 2. Kalaupun ada yang masih memiliki vaksin 1, sedianya vaksinasi 2 dapat dilakukan di lokasi yang telah dipersiapkan petugas kesehatan," ucap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy di Merak, Banten, Minggu 12 Desember 2021.

Mengutip Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 diktum Kesatu huruf j, syarat perjalanan ke luar daerah bagi masyarakat yaitu:

1.Mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi

2. Memenuhi persyaratan perjalanan jarak jauh bagi yang menggunakan alat transportasi umum: Wajib 2 (dua) kali vaksin dan melakukan Rapid Test Antigen 1x24 jam, dan untuk orang yang belum divaksin dan orang yang tidak bisa divaksin dengan alasan medis, dilarang bepergian jarak jauh.

Syarat perjalanan jarak jauh yang menggunakan alat transportasi umum secara teknis diatur lebih lanjut oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

Dalam hal ditemukan pelaku perjalanan yang positif Covid-19, maka wajib melakukan isolasi mandiri atau isolasi pada tempat yang telah disiapkan Pemerintah untuk mencegah penularan.

Waktu isolasi sesuai prosedur kesehatan, serta melakukan tracing dan karantina kontak erat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, syarat wajib vaksin bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar daerah harus dipatuhi.

"Ikuti saja aturan yang ada serta perkembangannya," kata Wiku.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved