Berita Badung

KABAR DUKA Mahestro Topeng Tugek, Desa Carangsari Badung I Gusti Ngurah Windia Berpulang 

mahestro Topeng Tugek yang beralamat di Desa Carangsari, Petang Badung berpulang pada Senin 13 Desember 2021.

ist
I Gusti Ngurah Windia 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kabar duka menyelikuti seniman di Kabulaten Badung.

Pasalnya mahestro Topeng Tugek yang beralamat di Desa Carangsari, Petang Badung berpulang pada Senin 13 Desember 2021.

Menurut informasi yang didapat, mahestro topeng tugek I Gusti Ngurah Windia itu sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit.

Kendati demikan ia dikabarkan meninggal tadi malam dan kini jenazahnya masih dititipkan di RSD Mangusada, Kapal Badung.

Kabar meninggal mahestro topeng tugek I Gusti Ngurah Windia itu pun dibenarkan oleh Kepala Desa Carangsari Made Sudana saat dikonfirmasi via telepon pihaknya mengaku almarhum berpulang tadi malam.

Baca juga: Tahapan Pendaftaran UTBK SBMPTN 2022, Syarat Peserta, hingga Pilihan Program Studi

Baca juga: Lowongan Kerja Badung, PT Desjoyaux Indonesia Buka Loker untuk Posisi Product Consultant

Baca juga: Bahaya Junk Food untuk Penderita Diabetes, Ini Efek yang Ditimbulkan

"Iya almarhum berpulang tadi malam. Namun waktu pastinya saya kurang tau," ujarnya.

Pihaknya mengaku almarhum sempat di rawat di Rumah Sakit Surya Husada dengan sakit yang dideritanya. Hanya saja nyawanya tidak dapat ditolong.

"Informasi di RS Surya Usada beliau di rawat," ujarnya 

Sudana pun tidak mengetahui secara pasti terkait sakit yang dideritanya.

Hanya saja informasi terakhir jenazah masih dititipkan di RSD Mangusada.

"Jenazah masih dititip di RSD Mangusada, kapan akan dipulangkan belum ada kepastian. Masih menunggu kesiapan keluarga. Mungkin masih mencari hari baik," tegasnya. 

Untuk diketahui, Topeng Tugek merupakan tarian dengan katakter perempuan yang terkenal dengan nama Tugek atau Luh Manik.

Karakter orang tuli yang mengundang kelucuan dengan segala bentuk miskomunikasinya, dan karakter orang dengan anatomi wajah berantakan serta artikulasi yang juga berantakan. Dalam seni pertunjukkan di Bali, karakter itu biasa disebut karakter kerakyatan.

Baca juga: Jadwal Drawing Babak 16 Besar Liga Champions Malam Ini, Berikut Link Live Streamingnya

Baca juga: Lowongan Kerja Denpasar, PT Cut Make Trim Membutuhkan Chief Cutting, Simak Syaratnya

Karakter-karakter itu biasanya dimainkan oleh satu pemain.

Seperti karakter rakyat dengan berbagai keunikan, bahkan muncul ketika cerita masuk pada babak di mana sebuah kerajaan menyelenggarakan upacara keagamaan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved