Breaking News:

Serba Serbi

Ini Makna dan Pentingnya Upacara Warak Kruron bagi Bayi yang Sudah Meninggal Dunia dalam Hindu Bali

Sedangkan Upacara ngelangkir adalah upacara bagi bayi yang meninggal dalam kandungan sampai sebelum lepas udel (kepus pusar)

AA Seri Kusniarti
Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti pada Jumat 8 Oktober 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Warak kruron, adalah salah satu bagian dari upacara Pitra Yadnya yang dikenal selama ini oleh umat Hindu di Bali.

Upacara warak kruron, adalah upacara bagi ibu yang pernah keguguran.

Sedangkan Upacara ngelangkir adalah upacara bagi bayi yang meninggal dalam kandungan sampai sebelum lepas udel (kepus pusar).

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, menjelaskan bahwa upacara ini penting dilakukan. Sebab bayi yang telah ada dalam kandungan, sejatinya telah memiliki roh.

Baca juga: Makna Yadnya yang Disebut Sattvika Yadnya 

Dan tatkala bayi tersebut meninggal, baik sengaja maupun tidak sengaja, maka seharusnya diupacarai dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran Hindu di Bali.

Tujuannya agar roh tersebut bisa tenang, dan kembali ke jalanNya.

Sebab bila tidak diupacarai dengan patut, maka akan menyebabkan roh tersebut menjadi bhuta cuil atau roh gentayangan dan mengganggu si ibu serta keluarga tersebut.

“Warak kruron, berasal dari kata kluron atau kruron yang artinya keguguran. Kemudian warak kruron adalah penyebutan bagi si ibu yang keguguran. Sehingga si ibu tersebut yang juga perlu diupacarai,” sebut beliau kepada Tribun Bali, Selasa 14 Desember 2021.

Sebab, kata beliau, ibu yang keguguran walau belum pernah melahirkan tetapi telah mengeluarkan darah. Dan darah ini menjadi sesuatu yang cuntaka atau kotor secara niskala.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved