Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

Dwi Satriyo Annurogo Jabat Waketum PII, Gagas Program Teknologi Ketahanan Pangan

Dwi Satriyo Annurogo siap mengemban jabatan dan menerima amanah sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ketua Umum PII Heru Dewanto saat konferensi pers di lokasi Kongres di BNDCC Nusa Dua, Bali, Rabu 16 Desember 2021. Dwi Satriyo Annurogo siap mengemban jabatan dan menerima amanah sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dwi Satriyo Annurogo siap mengemban jabatan dan menerima amanah sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam kongres ke-XXII yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Centre, Kabupaten Badung, Bali.

Ia optimis mendapat dukungan dari sebagian besar pengurus cabang dan wilayah PII di Indonesia.

Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) XXII berlangsung selama tiga hari dari 16 -18 Desember 2021 dengan mengusung tema ‘’Penguatan Insinyur Profesional Menuju Kepemimpinan Indonesia di Panggung Dunia’’.

Mengemban amanah sebagai Waketum PPI, Dwi mengusung visi terwujudnya kepemimpinan teknologi dalam bidang ketahanan pangan, bahan industri serta energi baru dan terbarukan untuk menunjang kemandirian bangsa.

Baca juga: Kongres di Bali, PII Beri Anugerah Tertinggi Insinyur kepada Soekarno, Djuanda dan BJ Habibie

Sedangkan misi yang ia usung ialah meningkatkan peran PII sebagai wadah insinyur Indonesia dalam berkontribusi untuk pembangunan nasional dengan mengedepankan etika dan tanggung jawab profesi.

Selain itu, meningkatkan daya saing insinyur Indonesia melalui akselerasi sertifikasi insinyur Indonesia sebagai standar profesi, serta menyinergikan tujuan dan aktivitas pemangku kebijakan dengan pelaku teknologi menuju Indonesia maju dan sejahtera.

Garis besar kerja sebagai wakil ketua umum ialah mendukung dan menyukseskan program kerja ketua umum dalam rangka memajukan PII.

Serta aktif memberi masukan kepada ketua umum dan organisasi dengan usulan serta perencanaan yang bersifat konstruktif dan solutif, sosialisasi visi dan misi, serta penguatan konsolidasi organisasi.

Yang tak kalah penting, kata Dwi, menyelaraskan arah dan peran teknologi seluruh pemangku kepentingan (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat/komunitas, parlemen, media) dalam menyukseskan pembangunan nasional.

"Berperan aktif sebagai pemberi masukan kepada pemangku kepentingan dengan usulan dan perencanaan yang bersifat konstruktif, solutif, dan mendorong pengembangan industri hilir dan industri kreatif yang memberikan nilai tambah dan kontribusi pada pembangunan nasional, utamanya teknologi ketahanan pangan," kata Dwi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Petrokimia Gresik sejak tahun 2020 itu.

Di samping itu, Dwi yang telah menyabet sejumlah penghargaan prestisius di bidangnya itu juga ingin mendorong inovasi dan transformasi berbasis teknologi untuk menghadapi perubahan global dan menjadikan PII sebagai rumah bagi semua bidang ilmu rekayasa untuk menuju Indonesia maju.

Nama Dwi mulai dikenal di lingkungan PII ketika pada tahun 2009 menerima penghargaan Adhi Cipta Rekayasa III.

Baca juga: Persatuan Insinyur Dukung Kepemimpinan Indonesia di G20, Kongres PII Akan Digelar di Bali

"Program kerja yang saya siapkan mendorong pemerintah meningkatkan program LPDP untuk insinyur, bekerjasama dengan pemerintah meningkatkan pemberian award kepada insinyur, lalu bekerjasama dengan pemerintah melalui Kemdikbud atau Kementerian BUMN untuk melakukan akselerasi sertifikasi insinyur," ujarnya.

Pria jebolan ITS Surabaya ini siap melakukan sinergi dengan pemerintah untuk segera melakukan persyaratan profesi keinsinyuran dalam program pembangunan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved