Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Prof. Dibia Terbitkan 5 Jilid Buku Puitika Tari: Membahas Tari dengan Bahasa Puitis

Budayawan Bali, Prof. I Wayan Dibia yang lekat dengan seni tari dan tabuh kini menelorkan 5 jilid buku puisi.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Budayawan Bali, Prof. I Wayan Dibia menunjukkan buku puisi Puitika Tari 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Budayawan Bali, Prof. I Wayan Dibia yang lekat dengan seni tari dan tabuh kini menelorkan 5 jilid buku puisi.

Meskipun dalam bentuk puisi, akan tetapi apa yang diangkat olehnya masih berkaitan dengan seni tari.

Kelima buku puisi ini disebutnya sebagai Puitika Tari yang mengulas tentang seni tari dengan konsep bahasa puitis.

“Buku Puitika Tari ini saya maksudkan untuk menyediakan bahan bacaan pada anak-anak muda agar mereka dapat informasi tentang dari yang agak mendalam dan juga ada nuansa karya sastranya,” kata Prof. Dibia, Minggu 19 Desember 2021.

Dalam 5 jilid buku ini terhimpun sebanyak 160 puisi, dimana masing-masing buku berisi 25 hingga 30 buah puisi.

Baca juga: Lowongan Kerja Tabanan, CV Urban Beauty Membutuhkan Karyawan untuk Posisi Marketing Maklon

Baca juga: Jadwal, Materi, Kelompok Ujian, dan Biaya UTBK SBMPTN 2022

Baca juga: Lowongan Kerja Denpasar, J&T Express Buka Loker untuk Posisi SPV Finance, Simak Syaratnya

Menurut pengakuannya, puisi ini mulai ditulis bulan Februari hingga Juni 2021.

Bahkan dalam sehari ia mengaku bisa menulis sampai 10 buah puisi.

“Sejak bulan Februari sampai bulan Juni 2021, saya mulai tertarik untuk menulis puisi ini. Apalagi dengan adanya bekerja dari rumah, lebih memudahkan saya, begitu ada ide langsung saya buka komputer dan menulis,” katanya.

Dengan pengalamannya dalam menulis geguritan untuk pementasan Arja membuat dirinya merasa lebih mudah dalam menulis puisi ini.

Bentuknya menawarkan sesuatu yang berbeda dalam dunia puisi yang dikenal selama ini.

Jika selama ini tari menyerap puisi, namun kini ia ingin menunjukkan jika seni pertunjukan juga bisa melahirkan karya puisi.

“Ini akan jadi menarik karena ada keterlibatan emosi, imajinasi, dan intetpretasi artistik sesuai kemampuan penulis,” katanya.

Cakupan kisah dalam puisi ini pun bervariasi dari prinsif estetik, gerak-gerak, ragam dan jenis, sampai dengan peristiwa pertunjukan tari, ungkapan emosi serta kehidupan senimannya.

Kelima buku puisi tersebut yakni Puitika Tari 1 berjudul Ungkap Kata Tari Bali berisi 24 buah puisi, Puitika Tari 2 dengan judul Nawa Natya, Sembilan Tari Bali Pilihan berisi 35 buah puisi, Puitika Tari 3 berjudul Pengakuan dan Kesaksian Hanuman berisi 33 buah puisi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved