Serba Serbi

Makna Nitya Karma dan Naimitika Karma, Waktu Sembahyang bagi Umat Hindu di Bali

Secara garis besar waktu sembahyang dalam Hindu, dibagi menjadi dua yaitu Nitya Karma dan Naimitika Karma

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Makna Nitya Karma dan Naimitika Karma, Waktu Sembahyang Umat Hindu di Bali 

Upaya ini untuk menyucikan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Parisudha). Sehingga umat manusia mampu tetap membuat karma baik, serta menghindari karma buruk.

Baca juga: Upakara Atau Banten, Berikut Makna dan Fungsinya Menurut Kepercayaan Hindu Bali

Sembahyang juga mampu menyadarkan dan menuntun manusia ke dalam keheningan pikiran. Pengendalian diri, ketenangan jiwa, dan menuju ke tingkat spiritual yang lebih tinggi.

Hal ini semua karena manusia mendekatkan diri kepada Tuhan dalam jalan sembahyang. Berterima kasih kepada beliau, atas segala karunia dan meminta maaf apabila ada kesalahan selama ini.

Umat Hindu mengenal Tri Sandya, atau sembahyang tiga waktu yang sangat penting dilakukan.

Diantaranya saat pagi pukul 06.00, kemudian siang pukul 12.00, sore pukul 18.00.

Waktu-waktu ini dipercaya sebagai pergantian waktu, sehingga dipercaya dengan melakukan Tri Sandya akan memberikan umat pada keselamatan dan ketenangan jiwa. (*)

Artikel lainnya di Serba Serbi

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved