Breaking News:

Berita Klungkung

Masalah APBDes Desa Tusan Klungkung Meluas, Perbekel Laporkan Bendahara ke Polisi 

Permasalahan raibnya dana APBDes Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, senilai Rp480 juta kian melebar.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, I Wayan Suteja 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Permasalahan raibnya dana APBDes Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, senilai Rp480 juta kian melebar.

Bendahara Desa Tusan, berinisial IGKS (27) membuat surat pernyataan baru, yang menyatakan dirinya tidak menggunakan uang APBDes itu seluruhnya dan menuding Perbekel Desa Tusan, I Dewa Gede Putra Bali ikut menikmati uang tersebut.

Merasa difitnah, Dewa Gede Putra Bali lalu melaporkan bendaharanya itu ke polisi atas sangkaan pencemaran nama baik.

Baca juga: Audit Inspektorat Terkait Dugaan Penyelewengan dana APBDes Tusan Klungkung Masih Berlangsung

Permasalan ini kian meluas, diawali dari Bendahara sekaligus Kaur Keuangan di Desa Tusan, IGKS  membuat surat pernyataan baru dan mencabut pernyataan yang sebelumnya ditandatanganinya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Pada surat pernyataan sebelumnya, ia mengaku telah menggunakan uang APBDes itu dan bersedia mengembalikannya.

" Surat pernyataan yang baru ditembuskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, ke bupati dan Inspektorat," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, I Wayan Suteja.

Baca juga: Perbaikan Jalan Pasca Bencana Banjir Bandang di Nusa Penida Klungkung Diproritaskan pada Titik Vital

Menurut Suteja, inti dari surat pernyataan yang baru dibuat IGKS itu, mencabut surat pernyataan yang sebelumnya telah ditandatangani.

Serta menyatakan hanya menggunakan uang itu senilai Rp80 juta, dan menuding perbekel ikut menggunakan uang tersebut.

" Kalau seperti ini masalahnya jadi meluas. Tidak fokus lagi ke penyelesaiannya. Saat ini kami di dinas hanya menunggu hasil audit dari pihak Inspektorat."

"Nanti kan keliatan uang itu ke mana, modusnya bagaimana, dan siapa yang menggunakan. Nanti itu semua akan diketahui semuanya, dan tidak akan bisa mengelak," ungkap Suteja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved