Berita Bangli

Ratusan Guru SD di Bangli Ikuti Pelatihan sebagai Pelindung Anak

Child Protection Program Manager, Gusti Ayu Ketut Mahardiyani, Rabu (22/12/2021) mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan guru

istimewa
Guru-guru SD di Bangli saat mengikuti pelatihan tentang guru sebagai pelindung anak di SKB Kayuambua. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli bersama Yayasan Bali Children's Project mengadakan pelatihan tentang guru sebagai pelindung anak.

Pelatihan tersebut melibatkan ratusan perwakilan guru SD di Bangli.

Kegiatan pelatihan digelar selama dua hari, yang bertempat di SKB Kayuambua, Kecamatan Susut.

Pada hari pertama, pelatihan diperuntukan bagi guru-guru dari Kecamatan Bangli, Tembuku, dan Susut.

Baca juga: Tahun Ini Pendapatan RSU Bangli Surplus Rp 40 Miliar

Sedangkan hari kedua untuk guru-guru dari Kecamatan Kintamani.

Child Protection Program Manager, Gusti Ayu Ketut Mahardiyani, Rabu (22/12/2021) mengungkapkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan guru sebagai pelindung anak dari kekerasan, khususnya kekerasan seksual.

Mengingat meningkatnya kekerasan seksual pada anak di bawah umur.

Kegiatan pelatihan ini diisi oleh beberapa narasumber. Diantaranya Lilik Ismurtono Santoso dari Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, I.A Ita Aryawati selaku pengurus FK. Puspa kota Denpasar dan Trainner AMAN Awarenes, serta psikolog Ida Bagus Gede Agung Yoga Pramana.

"Para narasumber memberikan pemahaman kepada guru-guru tentang beberapa hal. Mulai dari kekerasan yang umum terjadi pada anak, kekerasan seksual pada anak, bagian tubuh pribadi, sentuhan aman dan sentuhan tak aman, peran 'Safety Network' dalam perlindungan anak dari kekerasan, dan peran guru dalam perlindungan anak dari kekerasan seksual," ungkapnya.

Pada kegiatan inti, lanjut Mahardiyani, para guru juga dilatih bagaimana cara mengedukasi anak-anak tentang perlindungan diri dari kekerasan, khususnya dari kekerasan seksual yang sekarang ini marak terjadi dan informasinya menyebar luas di media sosial.

"Edukasi sejak dini tentang perlindungan diri ini sangatlah penting. Kami dari Team Child Protection yayasan Bali Children's Project mengedukasi guru-guru dengan design workshop yang khusus diperuntukkan untuk anak-anak.

Sehingga kedepannya, guru-guru diharapkan mampu menyelenggarakan workshop-workshop kecil dan mandiri di masing-masing sekolah tempatnya mengajar," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Bangli, I Wayan Gede Wirajaya mengatakan, total ada 163 guru yang ikut serta dalam pelatihan ini.

Pihaknya juga menyebut hingga kini belum pernah terjadi kekerasan terhadap anak di sekolah dasar. Baik secara fisik ataupun verbal.

Baca juga: Lapangan Kapten Mudita Bangli Bakal Ditutup pada 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022

Namun pelatihan ini dilakukan sebagai langkah untuk menghindari dan meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap anak.

"Walaupun di Bangli selama ini minim kasus, bahkan tidak ada laporan kekerasan ataupun perundungan terhadap anak, tapi kita antisipasi untuk kedepannya. 

Harapan kami melalui pelatihan ini, guru-guru menjadi lebih peka, memahami, serta menjadi pelindung terhadap sesuatu yang berpotensi terjadinya kekerasan anak.

Dengan demikian kekerasan anak di sekolah mampu diminimalisir," tandasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Bangli

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved