Berita Denpasar
Ditutup Hari Ini, Denfest Diyakini Dapat Pulihkan Ekonomi Kota Denpasar
"Yang pertama itu adalah keinginan utama saya ingin memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa kita harus berani beradaptasi diera pandemi Covid-19
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penutupan Denpasar Festival berlangsung hari ini yakni, Kamis (23 Desember 2021).
Setelah sempat buka sejak tanggal (10 Desember 2021) dan mengikuti peraturan pemerintah agar tidak ada acara ditanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2022 mendatang, Pemkot Denpasar resmi menutup Denfest yang berlokasi di Muntig Siokan, Mertasari, Sanur, Denpasar.
Ketika ditemui, Walikota Denpasar, Jaya Negara mengatakan melalui Denfest ini pihaknya ingin memberikan motivasi untuk masyarakat bahwa bisa tetap bertahan hidup di tengah pandemi.
"Yang pertama itu adalah keinginan utama saya ingin memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa kita harus berani beradaptasi di era pandemi Covid-19.
Baca juga: Pemkot Denpasar Tak Gelar Perayaan Tahun Baru 2022, Jaya Negara: Tak Ada Imbauan, Denfest Sudah Maju
Hal paling mendasar dari sisi kesehatan karena Kota Denpasar pada resiko rendah dan vaksinasi sudah dilakukan diatas 100 persen dari jumlah penduduk," katanya.
Lebih lanjutnya ia menerangkan, penerapan protokol kesehatan masyarakat Kota Denpasar yang memakai masker diatas 94 persen.
Di acara Denfest ini, Pemkot Denpasar juga melakukan program padat karya berbasis seni budaya. Dimana nantinya para musisi atau pekerja seni diberikan ruang untuk tampil
"Pada kesempatan yang baik kami mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan dan kesuksesan Denfest.
Mudah-mudahan evaluasi nya pasti ada kekurangan tapi kita tetap Denfest menjadi fibrasi kedepannya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat," lanjutnya.
Ditahun 2022 mendatang, Jaya Negara mengatakan tidak akan mengadakan event lain mengikuti surat edaran yakni pada tanggal 24 Desember 2021 sampai tanggal 2 Januari 2022 mendatang tidak melakukan kegiatan yang sifatnya memancing kerumunan.
Nantinya pihaknya di tahun 2022 akan melihat perkembangan kasus Covid-19 setelah awal Januari.
"Karena kami tidak mencari kesuksesan terkait Denfest ini kami ingin berikan motivasi pada masyarakat kita harus belajar hidup ditatanan kehidupan baru diera pandemi Covid-19.
Walaupun pandemi dengan berbekal taat pada prokes, vaksinasi sudah berjalan kita harus tetap menerapkan prokes," imbuhnya.
Jaya juga mengatakan harusnya perekonomian di Kota Denpasar sudah mulai bangkit.
Baca juga: Denfest ke-14 Digelar di 4 Kecamatan, Pemkot Denpasar Anggarkan Rp 3,5 Miliar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-penutupan-denfest-di-muntig-siokan-sanur-denpasar.jpg)