Berita Bali

Getirnya Hidup Tiari di Karangasem, Ayah Meninggal Karena Penyakit Liver, Ibu Sudah Menikah Lagi

Ni Luh Tiari Anindia Putri harus mengecap pahitnya hidup di umurnya yang masih sangat belia yakni 4 tahun

Istimewa
Ni Luh Tiari Anindia Putri (tengah) bersama kakek dan neneknya. Getirnya Hidup Tiari di Karangasem, Ayah Meninggal Karena Penyakit Liver, Ibu Sudah Menikah Lagi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tak seberuntung anak-anak lain, Ni Luh Tiari Anindia Putri harus mengecap pahitnya hidup di umurnya yang masih sangat belia yakni 4 tahun.

Tiari begitu nama panggilannya, kini ia hanya tinggal dengan kakek dan neneknya.

Nasib pahit yang dijalani Tiari ini bermula ketika dua tahun lalu ayah sekaligus kepala keluarga di rumahnya meninggal karena penyakit liver.

Tak tanggung-tanggung kini penderitaan Tiari bertambah ketika tujuh bulan lalu ibunya menikah lagi dan meninggalkan Tiari dengan kakek dan neneknya.

Baca juga: Kisah Wanita 22 Tahun Terjebak di Tubuh Bocah, Jika Anda Melihat, Akan Berpikir Saya Gadis Kecil

Untuk makan sehari-hari, di usianya yang senja, kakek dan nenek Tiari bekerja serabutan dan tentunya penghasilannya tidak cukup untuk keperluan sekolah Tiari.

Kini Tiari sedang belajar di Taman Kanak-Kanak dan tentunya memerlukan uluran tangan.

Dan setelah mendapat informasi dari Perbekel setempat di tempat Tiari tinggal yakni di Banjar Sukaluwih Desa Mertabuana, Selat, Karangasem, Bali, I Nyoman Merta Adi Adnyana selaku Ketua Yayasan Relawan Berbagi Kasih (Korek Bali) melakukan survey langsung ke rumah Tiari ditemani juga oleh Perbekel tersebut.

"Kemarin saya dapat informasi dari perbekel adik Tiari dan diinformasikan langsung ke saya. Kebetulan diinformasikan ke Yayasan dan kami langsung survey kesana dan langsung berbicara dengan kakek dan neneknya serta warga sekitar. Bahwa memang benar adik Tiari bapaknya dua tahun lalu meninggal karena liver. Dan tujuh bulan lalu ibunya pamit dari rumah mertua atau suami kembali ke rumah bajang (muda). Itu cerita dari kakek nenek, tetangga dan Pak Kadus. Kebetulan waktu saya survey diantar Pak Kadus," jelasnya, Kamis 23 Desember 2021.

Tim relawan saat menemui adik Tiari di rumahnya
Tim relawan saat menemui adik Tiari di rumahnya (istimewa)

Setelah kembali selama sebulan di rumah mudanya, ibu Tiari menikah lagi dengan laki-laki lain.

Tiari sendiri merupakan anak tunggal yang sebelumnya sempat memiliki adik yang sudah meninggal di usia 1 bulan.

"Tapi dari cerita kakek nenek nya, ibunya Tiari pernah datang dan nginep di rumah suaminya yang sudah meninggal untuk nginepin adik Tiari. Masih ingat sama anaknya walaupun sudah menikah," tambahnya.

Saat ini yang dibutuhkan Tiari adalah biaya untuk menempuh pendidikan, bukan hanya saat ini di taman kanak-kanak namun juga pendidikan untuk ke depannya, karena kakek neneknya sudah tua sudah tidak mampu bekerja keras lagi.

Kakek nenek Tiari sendiri sudah berumur kurang lebih 70 tahun.

Di usianya yang senja mereka harus tetap bekerja karena terpaksa, tidak ada siapa-siapa yang dapat menjadi tumpuan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved