Berita Denpasar
Wali Kota Denpasar Yakin Denfest Pulihkan Ekonomi
Meski digelar di masa pandemi, Denfest kali ini diyakini mampu memulihkan ekonomi khususnya di Denpasar.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Denpasar Festival (Denfest) resmi ditutup, Kamis 23 Desember 2021.
Meski digelar di masa pandemi, Denfest kali ini diyakini mampu memulihkan ekonomi khususnya di Denpasar.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, melalui Denfest ini pihaknya ingin memberikan motivasi warganya agar bertahan di tengah pandemi.
Penutupan digelar di Muntig Siokan, Mertasari, Sanur.
Baca juga: Ditutup Hari Ini, Denfest Diyakini Dapat Pulihkan Ekonomi Kota Denpasar
"Pertama adalah saya ingin memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa kita harus berani beradaptasi di masa pandemi. Hal paling mendasar dari sisi kesehatan karena Kota Denpasar pada risiko rendah dan vaksinasi sudah dilakukan di atas 100 persen," katanya.
Jaya Negara mengatakan, Pemkot Denpasar menerapkan program padat karya berbasis seni budaya.
Dalam artian, para musisi atau pekerja seni di Denpasar diberikan ruang untuk tampil.
"Pada kesempatan yang baik kami mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan dan kesuksesan Denfest. Mudah-mudahan evaluasi pasti ada kekurangan tapi kami tetap Denfest menjadi vibrasi kedepannya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat," lanjutnya.
Jaya Negara mengatakan tidak akan mengadakan event lain pada tanggal 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 mengikuti surat edaran.
Setelahnya, ia mengaku melihat perkembangan kasus Covid-19 setelah awal Januari tahun depan.
"Karena kami tidak mencari kesuksesan terkait Denfest ini kami ingin berikan motivasi pada masyarakat harus belajar hidup di tatanan era baru," jelas Jaya Negara.
Ia mengatakan, mestinya perekonomian di Denpasar, Bali sudah mulai bangkit.
Baca juga: Pemkot Denpasar Tak Gelar Perayaan Tahun Baru 2022, Jaya Negara: Tak Ada Imbauan, Denfest Sudah Maju
Nantinya akan ada indikator untuk mengukur.
Kata dia, Bank Indonesia akan melaporkan bagaimana tingkat kenaikan perekonomian.
"Tiga hari ini yang dulunya tutup tidak ada kegiatan sekarang ada contohnya UMKM Men Tingan dalam satu hari dia jualan Rp 5 juta. Para pelaku UMKM lainnya bisa jualan hingga Rp 66 juta kan bagi kami itu suatu anugerah di masa pandemi Covid-19," jelas dia.(*).
Kumpulan Artikel Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-penutupan-denfest-di-muntig-siokan-sanur-denpasar.jpg)