Berita Bali

Kisah Lubdaka pada Malam Siwaratri

Kisah Lubdaka pada malam Siwaratri: karena baktinya saat malam Siwaratri, ia diberikan anugerah dan tempat di Siwaloka

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
FOTO ILUSTRASI TIDAK BERKAIT BERITA. Patung Dewa Siwa di Panglukatan Siwa Melahangge. Kisah Lubdaka pada malam Siwaratri: karena baktinya saat malam Siwaratri, ia diberikan anugerah dan tempat di Siwaloka. 

Dewa Siwa teringat, tatkala itu Lubdaka secara tidak sadar telah melakukan brata Siwaratri, salah satunya dengan Jagra atau terjaga dan tidak membunuh binatang.

Akhirnya Dewa Siwa mengutus serdadu Siwalaya yang bernama Ganabala, untuk menjemput Lubdaka dan membawanya kehadapan beliau.

Namun di sisi yain, Sang Yamadipati atau Bhatara Yama mengutus Yamabala untuk menangkap Lubdaka.

Yamabala atau Kingkaralaba dengan cepat mendapatkan roh Lubdaka yang kebingungan itu.

Ia pun diadili karena membunuh atau memburu semasa hidupnya.

Baca juga: Malam Siwaratri, Malam yang Paling Gelap, Jagra Dilakukan 36 Jam

Pasukan Ganabala pun tiba, dan melihat Lubdaka disiksa serta diadili.

Hal ini membuat pertempuran dua pasukan tak bisa dihindari.

Akhirnya pihak Yamalaba kalah, dan Ganalaba berhasil membawa Lubdaka menghadap Dewa Siwa.

Di Siwaloka, dengan ramahnya Dewa Siwa menerima kedatangan roh Lubdaka.

Karena baktinya saat malam Siwaratri atau malam tatkala Dewa Siwa beryoga semadi.

Akhirnya Lubdaka diberikan anugerah dan tempat di Siwaloka.

Demikian kisah Lubdaka diabadikan dalam lontar Siwaratrikalpa.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved